Selasa, 31 Oktober 2017

Literasi di Keluargaku #7

Pagi ini hujan lebat. Setelah kakak Z berangkat sekolah dengan Bapak, DuoZ sibuk mencari aktivitas indoor. Si bungsu mengambil  busy book kucing-nya. Ia menghampar playmat dan menyusun figur-figur kucing yang tersedia. Wah kesempatan nih untuk beraktivitas bersama, bisa sekalian reading aloud buku kucingnya.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Literasi di Keluargaku #6

Hari ini mama ingin mengenalkan e-book kepada si sulung kakZ. Ebook ini didapat dari grup whatsapp. Baru mama buka tadi siang saat merapikan file hp. Kak Z cukup familier dengan hp mama jadi tidak akan sulit mengajarkannya membaca melalui hp. Selamat membaca e-book pertama kakak Z...

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Minggu, 29 Oktober 2017

Literasi di Keluargaku #5

Salam literasi!

Ini sound book milik si bungsu. Termasuk salah satu buku kesayangannya. Walaupun abangZ usianya hampir 3 tahun,  ia masih senang bermain sound book ini. Biasanya mama membacakan buku ini dengan cara menyanyikan cuplikan lagu yang menjadi isi bukunya. Taraa... Jadilah aktivitas membaca yang menyenangkan untuk si bungsu.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Literasi di Keluargaku #4

Salam literasi!
Inilah pohon literasi di keluarga kami. Kami buat sederhana tanpa mengurangi maknanya. Judul buku yang telah kami baca akan kami tulis di kertas origami berbentuk apel dan kami tempelkan di pohon. Berwarna-warni karena mewakili mama dan trioZ. Khusus apel berwarna coklat yang telah jatuh adalah buku-buku yang baru kami selesaikan membacanya sebelum tantangan dimulai.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Jumat, 27 Oktober 2017

Literasi di Keluargaku #3

Hari ini kami melakukan kunjungan ke Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur. TrioZ suka sekali di sini. Tidak hanya bisa membaca, trioZ juga bisa bermain dan yang penting ruangannya adem dan tidak berisik :)

Si sulung memilih 2 buku why untuk dipinjam dan dibaca di rumah. Wah ini bakal jadi buah apel pengisi pohon literasi kami dirumah.

*Picture diambil dari akun facebook seorang kawan. Backgroundnya bikin mama termotivasi untuk membuat  rumah lebih nyaman dan ramah literasi.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Kamis, 26 Oktober 2017

Literasi di Keluargaku #2

Hari ini si tengah neng Z kembali membuka buku baca 2b yang sebelumnya mandeg. Ternyata neng Z masih kangen untuk membaca buku baca 2b-nya. Mama biarkan neng memilih halaman yang ingin dibacanya dan ternyata ia bisa menuntaskannya.

Metode membaca yang mama ajarkan sekarang adalah metode membaca ala montessori yang diadaptasi untuk pembelajaran bahasa indonesia. Materi ini sedang marak disampaikan oleh mba vidya dwina paramita yang baru mengeluarkan buku "jatuh hati pada montessori". Beruntung seorang kawan lama sempat mengikuti pelatihannya di Jakarta dan saat pulang ke Samarinda kemarin bersedia sharing materi ini.

Saat ini neng Z dalam posisi awal. Belajar dengan menggunakan SPL-Sand Paper Letters. Kami kembali mengenal huruf dan mama memberikan penekanan pada pelafalan hurufnya (phonics). Metode ini menyenangkan karena neng Z bisa bereksplorasi tanpa takut salah. Berbeda sekali ketika membaca buku bacanya, ketika tidak yakin ia selalu menatap mama untuk konfirmasi. Ahh... inilah buah pahit yang mama tuai karena mengajaknya sekolah sejak usia 3 tahun. Semoga mama masih berkesempatan untuk membayar hutang pengasuhan ini.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Rabu, 25 Oktober 2017

Literasi di Keluargaku #1

Salam literasi!

Materi #5 kali ini momennya pas sekali dengan suasana di rumah kami. Dari tantangan materi #4 mama dan si tengah tengah berjuang agar melek literasi. Di tantangan #3 kami membuat proyek menghadirkan pojok baca ramah anak. Nah materi #5 ini bagaikan diberi alat untuk panen ;)

Semenjak pojok baca anak terwujud di rumah, si tengah dan si bungsu lebih terakomodasi untuk bermesraan dengan buku. Si bungsu lebih memilih buku-buku tentang hewan. Bisanya mama bacakan sambil mendongeng dengan figur hewan milik si bungsu. Si tengah masih struggle berlatih membaca dengan bekal buku baca dari sekolahnya yang dulu. Kami sempat mengalami kesulitan saat menghadapi kata-kata dengan frasa ng, ny. Sampai disini kami sempat hibernasi dalam menggunakan buku baca ini. Selama libur cawu 1 lalu, mama mulai berputar arah mempelajari metode montessori untuk ranah membaca. Sekarang kami kembali berjuang dari titik 0 untuk menuju finish "win the battle". Selain melek literasi si tengah pun akan mencintai membaca karena prosesnya yang menyenangkan. This is our battle. Let me share the stories in next post :)

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Tantangan level#5 Bunsay #2

����������������
*Tantangan Level 5*

Iqra! Bacalah! Perintah Tuhan pertama kali ini mengingatkan kita bahwa membaca merupakan sebuah proses penting dalam mengenal diri.

Membaca merupakan jembatan ilmu, makanan bagi otak, dan juga bisa melatih imajinasi. Serta banyak lagi manfaat dari membaca.

Yuk, jadikan diri kita teladan bagi anak dan keluarga!

�� *Jadilah teladan*
✅ Jadwalkan _family reading time_, membacalah bersama anggota keluarga

✅ Buatlah pohon literasi untuk masing-masing anggota keluarga, rimbunkan dengan judul buku yang telah dibaca

✅ Diskusikan dengan anggota keluarga tentang buku yang telah dibaca, gunakan untuk menambah pengetahuan dan merekatkan hubungan dengan anggota keluarga lainnya

��‍��‍��‍�� *Bagi yang sudah memiliki anak*
�� Jadilah ibu teladan, membacalah bersama anak (sesuai dengan tahapan usia anak).
�� Dokumentasikan kegiatan membaca anda
�� Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

�� *Bagi anda yang belum memiliki anak*
�� Membacalah!
�� Dokumentasikan kegiatan membaca anda
�� Diskusikan dengan suami tentang buku yang sudah dibaca
�� Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

���� *Bagi anda yang belum menikah*
�� Membacalah!
�� Dokumentasikan kegiatan membaca anda
�� Rimbunkan pohon literasi dengan buku-buku yang sudah anda baca.

❕Gunakan hashtag
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

❗Bagi anda yang menggunakan blog, tambahkan label
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*

⏳ Periode Tantangan:
26 Oktober - 11 November 2017

Kirimkan tugas anda melalui link berikut:
*link menyusul*

����������������

Materi #5 Kelas Bunsay #2

Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Materi ke #5

MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA

����������������

Mari  kita mulai dengan bermain peran terlebih dahulu. Bayangkan kita adalah seorang dewasa dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia,   belum pernah mengetahui bahasa mandarin  kemudian tiba-tiba kita diberi Koran berbahasa mandarin dengan tulisan mandarin semua. Apa yang kebayang di benak kita semua?

Pusing?  Tidak tahu maksudnya? Lalu kita hanya melihat-lihat gambarnya saja?

Hal tersebut akan sama halnya dengan anak-anak`yang belum dibiasakan mendengarkan berbagai dialog bahasa ibunya, belum belajar berbicara bahasa ibunya dengan baik, tiba-tiba dihadapkan dengan berbagai cara belajar membaca bahasa ibunya tersebut yang berisi dengan deretan-deretan huruf yang masih asing di benak anak, diminta untuk mengulang-ngulangnya terus menerus dengan harapan anak bisa cepat membaca.

�� *KETRAMPILAN BERBAHASA*

Sebelum lebih jauh membahas tentang teknik menstimulasi anak membaca kita perlu memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dilalui anak-anak dalam meningkatkan ketrampilan berbahasanya.

*Tahapan tersebut adalah sebagai berikut :*

a. Keterampilan mendengarkan ( _listening skills_ )

b. Ketrampilan Berbicara ( _speaking skills_ )

c. Ketrampilan Membaca ( _reading skills_ )

d. Ketrampilan Menulis ( _writing skills_ )

Keempat tahapan tersebut di atas harus dilalui terlebih dahulu secara matang oleh anak. Sehingga anak yang BISA MENDENGARKAN (Menyimak) komunikasi orang dewasa di sekitarnya dengan baik, pasti BISA BERBICARA dengan baik, selama organ pendengaran dan organ pengecapnya berfungsi dengan baik.

Mendengarkan dan berbicara adalah tahap yang sering dilewatkan orangtua dalam menstimulasi anak-anaknya agar suka membaca. Sehingga hal ini mengakibatkan anak yang BISA MEMBACA, belum tentu terampil  mendengarkan dan berbicara dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya. Padahal dua hal ketrampilan di atas sangatlah penting.

Banyak orang dewasa yang menggegas anaknya untuk bisa cepat-cepat membaca, padahal Anak yang BISA BERBICARA dengan baik, pasti akan BISA MEMBACA dengan baik, tetapi banyak yang mengesampingkan 2 tahap sebelumnya.

Pertanyaan selanjutnya mengapa banyak anak bisa membaca tetapi sangat sedikit yang menghasilkan karya dalam bentuk tulisan, bahkan diantara kita orang dewasapun sangat susah menuangkan gagasan-gagasan kita, apa yang kita  baca, kita pelajari dalam bentuk tulisan?

Padahal  kalau melihat tahapan di atas anak yang BISA MEMBACA dengan baik pasti akan BISA MENULIS dengan baik.

Mengapa? Karena selama ini anak-anak kita hanya distimulus untuk BISA membaca tidak SUKA MEMBACA. Sehingga banyak diantara kita BISA MENULIS huruf ( melek huruf) tetapi tidak bisa menghasilkan karya dalam bentuk tulisan (MENULIS KARYA)

Terbukti  berdasarkan survey UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya dalam seribu masayarakat hanya ada satu masayarakat yang memiliki minat baca. Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Padahal  program membaca  ini tidak hanya digencarkan oleh pemerintah dalam program literasinya, melainkan juga sudah diperintahkan di dalam salah satu kitab suci agama yang sebagaian besar dianut oleh bangsa Indonesia. Disana tertulis IQRA’ (bacalah), perintah membaca adalah perintah pertama sebelum perintah yang lain turun.

Mengapa kita perlu membaca? Biasanya jawabannya klise yang muncul adalah agar kita bisa menambah wawasan kita, bisa membuka cakrawala dunia dll. Jawaban di atas baik, tapi ada yang kita lupakan tentang tujuan  membaca ini yang jauh lebih penting, yaitu agar anak-anak kita lebih mengenal pencipta nya, karena membaca akan lebih membuat anak-anak  mengenal “siapakah dirinya”, maka disitulah dia mengenal siapa Tuhannya.

_MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA_

Sekarang kita akan belajar *bagaimana tahapan-tahapan agar anak-anak kita SUKA MEMBACA tidak hanya sekedar BISA. Agar ke depannya mereka SUKA MENULIS.*

Kita akan memulai dengan berbagai tahap ketrampilan Berbahasa.

�� *TAHAP MENDENGARKAN*

a. Sering-seringlah berkomunikasi dengan anak, baik saat mereka di dalam kandungan, saat mereka belum bisa berbicara dan saat mereka sudah mulai mengeluarkan kata-kata dari mulut kecilnya.

b. Buatlah berbagai forum keluarga untuk memperbanyak kesempatan anak mendengarkan berbagai ragam komunikasi orang dewasa di sekitarnya.

c. Setelkan berbagai lagu anak, cerita anak yang bisa melatih ketrampilan mendengar mereka.

d. Bacakan buku-buku anak dengan suara yang keras agar anak – anak bisa melihat gambar dan telinganya bekerja untuk mendengarkan maksud gambar tersebut.

e. Sering-seringlah mendongeng/membacakan buku sebelum anak-anak tidur. Jangan pernah capek, meski anak meminta kita mendongeng/membaca buku yang sama sampai puluhan kali. Begitulah cara menyimak,

�� *TAHAP BERBICARA*

a. Di tahap ini anak belajar berbicara, kita sebagai orang dewasa belajar mendengarkan. Investasikan waktu kita sebanyak mungkin untuk mendengarkan SUARA ANAK

b. Jadilah pendengar yang baik, disaat anak-anak ingin membacakan buku untuk kita, dengan cara mengarang cerita berdasarkan gambar, apresiasi mereka.

c. Jadilah murid yang baik, disaat anak-anak kita ingin menjadi guru bagi kita, dengan cara membuat simulasi kelas, dan dia menjadi guru kecil di depan.

d. Ajaklah anak-anak bersilaturahim sesering mungkin, bertemu teman sebayanya dan orang lain yang di atas usianya bahkan di bawah usianya untuk mengasah ketrampilan mendengar dan berbicaranya.

�� *TAHAP MEMBACA*

a. Tempelkan tulisan-tulisan dan gambar-gambar yang jelas dan besar di sekitar rumah, terutama tempat-tempat yang sering di singgahi anak-anak

b. Tempelkan tulisan/kata pada benda-benda yang ada, misalnya, tempelkan kata- “televisi” pada pesawat televisi

c. Buatlah acara membaca bersama yang seru, misalnya perpustakaan di bawah meja makan

d. Sekali waktu, ajaklah anak-anak ke pangkalan buku-buku bekas, pameran buku dan toko buku

e. Siapkan alat perekam dan rekamlah suara anak kita yang sedang membaca buku

f. Biasakanlah surat-menyurat dengan anak di rumah. Misalnya, dengan menempelkan pesan-pesan di kulkas atau buatlah parsi (papan ekspresi) di rumah

g. Dorong dan ajak anak kita untuk membaca apapun label-label pada kemasan makanan, papan reklame dan masih banyak lagi

h. Berikan buku-buku berilustrasi tanpa teks.  Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingiin tahunya. Selanjutnya berikan buku full teks dengan ukuran huruf yang besar-besar.

i. Komik juga menarik sebagai pemancing rasa ingin tahu dan gairah membaca anak (tentunya perlu selektif dalam memilih komik yang tepat)

j. Ajaklah anak bertemu dengan pengarang buku, ilustrator, komikus, penjual buku, bahkan penerbit buku

k. Dukung hobi anak kita dan sangkut pautkan dengan buku. Misalnya, buku tentang perangko untuk anak yang hobi mengkoleksi perangko, buku cerita tentang boneka untuk anak yang suka boneka dan sebagainya

l. Budaya baca bisa ditumbuhkan dari ruang keluarga yang serba ada. Ada buku-buku yang mudah diambil anak,  ada mainan anak,  ada karya-karya anak dalam satu ruangan tersebut.

m. Ajaklah anak untuk memilih bukunya sendiri, tapi tentunya dibawah bimbingan kita agar tidak salah pilih

n. Contohkan kebiasaan membaca dan mengkoleksi buku dengan sungguh-sungguh dan konsisten

o. Buatlah pohon literasi keluarga, dengan cara masing-masing anggota keluarga memiliki pohon dengan gambar batang dan ranting, tempelkan di dinding. Siapkanlah daun-daunan dari kertas sebanyak mungkin, setiap kali anak-anak selesai membaca, tuliskan judul buku dan pengarangnya di daun tersebut, kemudian tempelkan di pohon dengan nama anak tersebut. Cara ini bisa untuk melihat seberapa besar minat baca masing-masing anggota keluarga kita, hanya dengan melihat seberapa rimbun daun-daunan di pohon masing-masing.

�� *TAHAP MENULIS*

a. Siapkan satu bidang tembok di rumah kita, tempelkan kertas flipchart besar disana dan ijinkan anak-anak untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan atau coretan.

b. Berilah kesempatan dan dorong anak kita untuk menulis  apapun yang dia lihat, dengar, pegang dan lain-lain

c. Siapkan buku diary keluarga, masing-masing anggota keluarga boleh menuliskan perasaaannya di buku diary tersebut, sehingga akan membentuk rangkaian cerita keluarga yang kadang nggak nyambung tapi seru untuk dibaca bersama.

d. Buat buku jurnal/ buku rasa ingin tahu anak dari kertas bekas,   ijinkan setiap hari anak menuliskan apa yang dia alami apa yang memunculkan rasa ingin tahunya di dalam buku tersebut.

e. Hiraukanlah tanda baca, huruf besar, huruf kecil dll, saat anak-anak mulai belajar menulis. Biarkanlah anak merdeka menuangkan isi pikirannya, hasil bacaannya, tanpa terhenti berbagai kaedah –kaedah menulis yang harus mereka pahami. Setelah anak-anak lancar menulis baru setahap demi setahap ajarkanlah berbagai macam kaedah ini.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang /

Sumber  Bacaan :

Kontributor Anatalogi Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Gaza Press, 2014

Pengalaman Bunda Septi dalam mengembangkan ketrampilan berbahasa di keluarganya, Wawancara, Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, 2017

Andi Yudha Asfandiyar. Creative Parenting Today : Cara praktis memicu dan memacu kreatifitas anak melalui pola asuh kreatif. Bandung: Kaifa. 2012

http://www.supernanny.co.uk/Advice/-/Learning-and-Education/-/4-to-13-years/Help.-My-child-doesn't-like-reading.aspx