Rabu, 31 Januari 2018

Tantangan Level #8 Kelas Bunsay #2

����������������������

*Tantangan 10 Hari* *Level #8*

Periode 1 - 17 Februari 2018

*MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI*

Memahamkan anak-anak bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki, itu dimulai dari ibu. Termasuk pengelolaan uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan juga dimulai dari ibu.  Yuk bertumbuh bersama anak dengan menjadi teladan, sehingga anak ikut belajar mengelola uang dan bertanggungjawab terhadap bagian rejeki yang didapatkan di dalam kehidupan ini.

�� Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak:
���� *Anak usia dini (<7th)*
Buatlah proyek pengenalan menabung, proses menabung dan membelanjakan tabungan. Perkuat bahwa semua rejeki berasal dari Allah. Ceritakan pengalaman bunda dalam mengenalkan konsep rejeki pada si kecil melalui tulisan dan atau foto.
���� *Usia pra baligh (7-14th)*
Jika anak mulai mengerti uang/ memasuki usia SD ajarkan anak untuk mulai memilah antara keinginan dan kebutuhan. Buatlah tabel keuangan sederhana dan dampingi anak saat melakukan pencatatan. Ceritakan pengalaman bunda dan ananda dalam pengelolaan keuangan ananda. Bunda juga bisa membuat proyek sederhana untuk memperkuat konsep kepemilikan dan pengelolaan uang bagi ananda. 
���� *Usia baligh (>14 tahun)*
Jika anak sudah baligh atau sudah mulai mempunyai mimpi ajak anak menuliskan vision board dan mewujudkan mimpinya dengan membuat financial planning. Dampingi dan beri semangat dalam menjalankan strategi dalam mendapatkan dan mengelola keuangan. Bunda juga dapat menyertakan ananda dalam pengelolaan keuangan keluarga sebagai bagian pembelajaran bersama.

����‍�� *Bagi yang sudah menikah belum memiliki anak serta bagi yang belum menikah:*
Ceritakan pengalaman anda dalam mengelola keuangan. Catatlah proses belajar membuat pencatatan keuangan dan membaginya ke dalam kantong belanja, infaq, dan tabungan. Identifikasi catatan keuangan Anda apakah sudah baik, perlu review ulang ataupun ada bocor halus dalam pengelolaannya.

�� Bagi anda yang menggunakan blog, gunakan label: Ibu Profesional  Bunda Sayang Level 8 Tantangan 10 Hari

�� Gunakan hashtag berikut saat pengumpulan tugas: #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

*Latih - percayakan - jalani - supervisi - latih lagi*

����������������������

Materi #8 Kelas Bunsay #2

_Institut Ibu Profesional_
_Kelas Bunda Sayang sesi #8_

*MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI*

*_Apa itu Cerdas Finansial?_*

Menurut para ahli cerdas finansial adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan dan mengelola keuangan.

Apabila disesuaikan dengan konsep di Ibu Profesional bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki, sehingga dengan belajar mengelola uang artinya kita belajar  bertanggungjawab terhadap bagian  rejeki yang kita  dapatkan di dalam kehidupan ini.

*_Apa pentingnya cerdas finansial ini bagi anak-anak?_*

Di Ibu Profesional, kita memahami satu prinsip dasar dalam hal rejeki yaitu,

_Rejeki itu pasti, kemuliaanlah yang harus dicari_

Ketika anak sudah paham konsep dirinya, maka kita perlu menstimulus kecerdasan finansialnya agar :

_Kemuliaan Anak Meningkat_

dengan cara :

a. Anak paham konsep harta, bagaimana memperolehnya dan memanfaatkannya sesuai dengan kewajiban agama atas harta tersebut.

b. Anak bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan sendiri.

c. Anak terbiasa merencanakan (membuat budget) berdasarkan skala prioritas.

d. Anak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

e. Anak memiliki rasa percaya diri dengan pilihan "gaya hidup" sesuai dengan fitrahnya, tidak terpengaruh dengan gaya hidup orang lain.

f. Anak paham dan punya pilihan hidup untuk menjadi employee, self employee, bussiness owner atau investor.

_Bagaimana Cara Menstimulus Cerdas Finansial pada Anak_?"

1. Anak-anak perlu dipahamkan terlebih dahulu bahwa rejeki itu datang dari Sang Maha Pemberi Rejeki,  sangat luas dan banyak, uang/gaji orangtua itu hanya sebagian kecil dari rejeki.

Sehingga jangan batasi mimpi anak, dengan kadar rejeki orangtuanya saat ini.

_Karena sejatinya Anak-anak adalah milik Dia Yang Maha Kaya, bukan milik kita_

Sehingga kalau akan minta sesuatu yang diperlukan anak, mimpi sesuatu,  mintalah ke Dia Yang Maha Kaya, bukan ke manusia,  meski itu orangtuanya.

2. Ajak anak berdialog tentang arti KEBUTUHAN dan KEINGINAN

Kebutuhan adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda

Keinginan adalah sesuatu yang bisa ditunda.

Bantu anak-anak membuat skala prioritas kebutuhan hidupnya berdasarkan dua hal tersebut di atas.

3. Setelah paham dengan prioritas kebutuhan hidupnya, maka latih anak untuk membuat "mini budget", sebagai bentuk latihan merencanakan berdasarkan skala prioriitas

Mini budget ini bisa dibuat 3 harian, 1 minggu atau 1 bulan bergantung pada kemampuan dan usia anak.

Dengan adanya mini budget ini anak akan berkomitmen untuk mematuhi apa yang sudah disepakati, kemudian bertanggung jawab menerima konsekuensi apapun atas kesepakatan yang sudah dibuatnya

4. Anak dilatih mengelola pendapatan berdasarkan ketentuan yang diyakini oleh keluarga kita.

Contoh : Apabila mini budget sudah disetujui oleh orangtua, dana sudah keluar,  anak-anak akan belajar memakai ketentuan yang sudah disepakati keluarga misal kita ambil contoh sbb:

Hak Allah : 2,5 - 10% pendapatan
Hak orang lain : max 30% pendapatan
Hak masa depan : min 20% pendapatan
Hak diri sendiri : 40-60% pendapatan

5. Lakukan apresiasi setiap anak menceritakan bagaimana dia menjalankan mini budget sesuai kesepakatan.

Latih lagi anak-anak untuk membuat mini budget berikutnya dengan lebih baik.

Prinsipnya adalah : Latih - percayai-jalani-supervisi-latih lagi.

Ingat sekali lagi prinsip di Ibu Profesional

_for things to CHANGE, I MUST CHANGE FIRST_

Apabila kita menginginkan perubahan maka mulailah dari diri kita terlebih dahulu.

Maka sejatinya materi ini adalah proses kita sebagai orangtua agar cerdas finansial dengan cara _learning by teaching_ belajar mengajar bersama anak-anak. Jadi yang utama harus belajar tentang cerdas finansial ini adalah kita, orangtuanya, kemudian pandu kecerdasan finansial anak-anak kita sesuai tahapan umurnya.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

��Sumber bacaan

_Ahmad Gozali, Cashflow for muslim, 2016_

_Septi Peni Wulandani, Mendidik Anak Cerdas Finansial, bunda sayang, 2015_

_Eko P Pratomo, Cerdas Finansial, artikel Kontan, 2015_

Selasa, 30 Januari 2018

Family Project

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Kali ini mama pengen berbagi mengenai "Family Project". Mama mengenal family project ini pertama kali saat mendapat tantangan level #3 kelas Bunda Sayang IIP. Dan ternyata family project ini membuat ketagihan lho!

Family project sendiri secara harfiah diartikan sebagai proyek keluarga. Dapat dijelaskan bahwa "Proyek Keluarga" berarti aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama dan dikerjakan bersama dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Teman-teman yang menimba ilmu di Institut Ibu Profesional mesti tak asing dengan mantra dasar IIP dari Pak Dodik Mariyanto ini ngobrol bareng, main bareng, aktivitas bareng. Ternyata dari mantra ini bisa lanjut ke family project lho.

Kalau ngobrol bareng, main bareng, aktivitas bareng itu mah tiap hari dilakuin. Tapi apa iya itu sudah menjadi family project? Ini dia ciri-ciri family project :

1. Fokus pada proses, bukan pada hasil

2. Sederhana

3. Menyenangkan

4. Mudah - Menantang

5. Ditentukan durasinya

Berikut beberapa komponen dari family project :


1. Sasaran

●  Buat sasaran dengan SMART.

Specific, Measureable, Achieveable, Reasonable, Time bound.

●  Maksimal 3 sasaran 


2. Sarana

●  Perhitungkan alat dan bahan serta kisaran dana yang dibutuhkan.


3. SDM

●  Tentukan peran masing-masing anggota keluarga.

●  Berikan job description masing-masing peran.


4. Waktu

●  Tentukan jadwal pelaksanaan serta durasi proyek.


5. Nama Proyek

●  Berikan nama khusus untuk setiap proyek keluarga agar lebih bermakna.

Nah... sudahkah aktivitas bareng kita bersama keluarga di rumah bisa diketegorikan sebagai family project?

Jadi rumus untuk family project itu sendiri adalah : 

Activity + (Management & Organization) = Project

Kalau sudah tahu ilmunya seperti ini jangan lewatkan setiap aktivitas keluarga ya moms.... selalu usahakan turn activity into family project ;) karena manfaatnya yang buanyaak banget.

Eits hampir kelewat nih kasih tahu manfaat dari family project. Moms mau tahu atau mau tahu banget? Ini dia sebagian manfaat dari family project :

1. Sebagai sarana pendidikan untuk seluruh anggota keluarga.

2. Meningkatkan kecerdasan anak.

Mulai dari kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan kecerdasan menghadapi tantangan (artificial intelligence AI).

3. Menguatkan family core value.

4. Sarana check temperature keluarga.

5. Membangun bonding antar anggota keluarga.

6. Mewujudkan "baiti jannati" rumahku surgaku.

Nah itu dia sebagian kecil manfaat dari melaksanakan family project. Sementara sebagian besarnya lagi bener-bener terasa ketika sudah melaksanakan family project kita sendiri. 

Hati-hati ya moms... family project dapat menyebabkan ketagihan ;) Make your first family project and you will addicted to do it... more...and more.

Wassalamu'alaykum Wr. Wb.


Jumat, 26 Januari 2018

Review Materi #7 Kelas Bunsay #2

_Review Tantangan 10 hari Sesi #7_

_Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional_

*DISCOVERING ABILITY*

Tantangan 10 hari yang sudah bunda lakukan di game level #7, kali ini berjaitan dengan "Discovering Ability".

Dua kata dalam bahasa inggris di atas, apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi panjang yaitu, kemampuan daya jelajah para orangtua dan guru selaku pendidik anak-anak untuk menemukan harta karun potensi-potensi yang ada dalam diri anak-anak.

Ada empat ranah yang sudah dilakukan oleh para Ibu Profesional di kelas bunda sayang ini  untuk melakukan proses pencarian potensi kecerdasan anak yaitu :

a. *Ranah intrapersonal (Konsep Diri)*

b. *Ranah Interpersonal (Hubungan dengan sesama)*

c. *Ranah Change Factor (Hubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan perubahan)*

d. *Ranah spiritual : (Hubungan dengan Sang PenciptaNya)*

Mari kita bahas satu persatu

1⃣ *Ranah Intrapersonal : KONSEP DIRI ANAK*

Konsep diri pada anak adalah suatu persepsi tentang diri dan kemampuan anak yang merupakan suatu kenyataan bagaimana mereka memandang dan menilai diri mereka sendiri .

Hal ini  berpengaruh pada sikap yang mereka tampilkan.

Konsep diri anak terbentuk melalui perasaan anak tentang dirinya sendiri sebagai hasil dari :

a.Interaksi dan pengalaman dengan lingkungan terdekat

b.Kualitas hubungan yang signifikan dengan orangtua dan keluarga terdekat

c.Atribut yang diberikan lingkungan terhadap dirinya.

Langkah-langlah yang wajib dikenalkan oleh orangtua dalam rangka proses mengenal konsep diri anak adalah sbb:

a. *Mengenal Allah dan ciptaanNya*

Anak yang makin mengenal dirinya pasti akan makin mengenal siapa penciptaNya

b. *Dilatih untuk membaca diri*

Dua fase penting dalam hidup  anak kita adalah ketika mereka  dilahirkan dan ketika mereka  menemukan jawaban mengapa mereka dilahirkan. Maka bantu anak-anak untuk meyakinkan dirinya sebagai ciptaan Allah yang terindah dan khalifah di muka bumi ini.

c. *Dilatih untuk membaca alam*

Anak-anak dilatih untuk memahami mengapa mereka ditempatkan Allah di alam dimana mereka tinggal saat ini. Memahami kearifan lokal dimana mereka dibesarkan.

d. *Dilatih membaca jaman*

Anak-anak bukanlah milik kita, mereka adalah milik jamannya. maka didiklah anak-anak kita sesuai jamannya. Mereka akan belajar mengapa mereka dilahirkan di jaman seperti ini dan tantangan jaman apa saja yang harus mereka hadapi.

Bantu anak-anak untuk mempersiapkan dirinya sehingga percaya diri menghadapi jamannya.

e. *Membaca Kehendak Allah*

Anak-anak yang sudah diilatihkan segala macam konsep diri dengan metode Iqra' seperti yang sudah dijelaskan di atas (membaca diri, membaca alam, membaca jaman) maka akan menjadi orang yang ikhlas dengan segala kehendak Allah padanya.  

Cara memahami konsep diri di atas akan menguatkan anak di ranah

*IMAN Dan AKHLAK*

Dua hal inilah yang perlu dikuatkan ke anak-anak di ranah konsep diri.

2⃣  *Ranah Interpersonal: HUBUNGAN DENGAN SESAMA*

Setelah anak memahami konsep dirinya dengan baik, saatnya mereka kita latih untuk menguatkan kecerdasan interpersonalnya (hubungan dengan sesama) lewat konsep diri yang sudah didapatkannya dengan menguatkan IMAN dan AKHLAK.

Dengan demikian diharapkan ketika berinteraksi dengan orang lain anak tetap kuat imannya, makin baik akhlaknya, makin mengenal jati dirinya dan tidak mudah terpengaruh.  
Dua fase penting dalam hidup seseorang adalah ketika bertemu dengan jodohnya ( jodoh ini bisa pasangan hidup, bisa partner kerja, bisa tetangga, bisa pekerjaan, bisa komunitas dll) dan fase di saat kita menemukan jawaban mengapa kita dipertemukan.  

Kecerdasan hubungan dengan sesama ini menjadi hal yang sangat penting bagi anak, karena akan menguatkan peran hidupnya dalam menjaga amanah berikutnya, yaitu amanahnya sebagai khalifah di muka bumi ini.

Ketika sudah masuk usia aqil baligh mau tidak mau anak  harus berhubungan dengan orang lain, minimal jodoh hidupnya dan keluarganya.

Dua senjata utama yang perlu dilatihkan ke anak-anak untuk meningkatkan kecerdasan hubungan dengan sesama adalah

*ADAB dan BICARA*

ADAB  akan membuka tabir ilmu yang tertutup, BICARA akan memudahkan seseorang untuk menyampaikan ilmu yang dimilikinya.

Untuk itu anak-anak perlu :

a. Belajar berbagai ADAB dalam hidup ini, agar bisa diterima  oleh lingkungan dimana mereka akan ditempatkan.

b. Belajar mengkomunikasikan semua gagasan dan ilmunya dalam berbagai cara.

3⃣  *Ranah Perubahan: FAKTOR PERUBAHAN*

Sebagai Khalifah di muka bumi ini, salah satu tugas anak-anak ketika aqil baligh nanti adalah membawa perubahan ke arah yang lebih baik terhadap apa yang dipimpinnya. Perubahan itu minimal adalah perubahan pada dirinya sendiri, karena sejatinya semua orang adalah pemimpin untuk dirinya sendiri.

Anak yang sudah paham konsep diri, memiliki kecerdasan berhubungan dengan sesama, akan selalu membandingkan dirinya hari ini dengan dirinya kemarin. Hal ini memicu perubahan pada dirinya sebelum melakukan perubahan pada orang lain.

Seseorang yang sudah bisa memimpin dirinya, membawa perubahan untuk dirinya akan bisa membawa perubahan untuk keluarganya.

Seseorang yang bisa memimpin dirinya dan keluarganya, akan dengan mudah membawa perubahan untuk masyarakat/komunitas sekitarnya.

Dengan pola ini insya Allah kita bisa mengantarkan anak-anak menuju peran peradabannya, mampu memikul kewajiban baik secara individu maupun secara sosial.

4⃣  *Ranah Spiritual : HUBUNGAN dengan PENCIPTANYA*

Ketika anak-anak memahami peran peradabannya di muka bumi ini, maka mereka akan tumbuh menjadi individu yang meletakkan ranah spiritual sebagai yang utama dan pertama dalam kehidupannya. Mereka akan kembali ke fitrah sebagai makhluk spiritual, yaitu makhluk yang   pada dasarnya menerima siapa dirinya, mampu menjadi diri sendiri sesuai dengan peran hidup dari penciptaNya, dan mampu menyelaraskan dengan kebenaran yang hakiki.

Spiritualitas yang sesungguhnya adalah kemampuan setiap jiwa untuk hidup selaras dengan Sang Pencipta, hidup sesuai dengan kehendakNya.

Dari penjelasan di atas, Semakin yakin kita bahwa "discovering ability" yang dilakukan orangtua pada anak menjadi hal penting yang harus kita lakukan dalam membersamai anak-anak. Karena hal tersebut tidak hanya berpengaruh dalam peran hidup anak secara individu saja, melainkan sangat berpengaruh terhadap perubahan peradaban umat manusia di saat anak-anak kita aqil baligh dan menjalankan peran kekhalifahannya  di muka bumi ini.

_Salam Ibu Profesional_

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

�� *Sumber Bacaan* :

_Howard Gardner, Multiple Intellegences, ISBN : 9789791208642, 2006_

_Septi Peni Wulandani,  Pola Pendidikan di Padepokan Margosari, makalah ilmiah, 2017_

Minggu, 14 Januari 2018

Bintang Keluarga #10

Hari minggu ini ditemani oleh hujan yang datang dan pergi seharian ini. Nanti lebat, sebentar gerimis, reda, lalu hujan lagi. Begitu dari pagi hingga malam. Kami sekeluarga pun mager maksimal. Kegiatan seru hari ini berlangsung di dapur saat kami beraktivitas menyiapkan makan siang. Menu kali ini adalah sop ayam, perkedel kentang, dan tempe goreng. KakakZ dan nengZ sibuk dengan pisau dan talenan, memotong kentang untuk perkedel. Abah dan bangZ sibuk menggoreng tempe. Sementara mama wira wiri menyiapkan bahan untuk sop serta sambal.

Selain untuk melatih kemandirian trioZ, bekerja di dapur juga bagian dari kegiatan 3E-nya si kakak dan nengZ. Sekarang sih masih enjoy, easy, dan earn. Belum sampai tahap excellent karena mereka masih perlu menambah jam terbang. Semoga dengan jam terbang yang semakin tinggi, bintang mereka bersinar lebih terang :)

#Day10
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Sabtu, 13 Januari 2018

Bintang Keluarga #9

Hari ini mama harus ke poli gigi di salah satu RS swasta di Samarinda. TrioZ mama antar ke rumah nenek. Mereka berada disana selama mama pergi.

Kalau kondisi trioZ tanpa ada mama-abah maka kakakZ sebagai si sulung biasanya akan menjalankan peran pengganti ortu untuk adik-adiknya. Semacam self awareness mode on. Kebetulan memang si kakak ini memiliki sifat ngemong dan suka dengan anak kecil. Jika sedang main dengan anak-anak di kompleks maka si kakak bisa jd semacam kakak pengasuh untuk anak-anak kecil yang sedang main saat itu ;)
Mama beberapa kali menerima testimoni seperti ini untuk si kakakZ.

#Day9
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Jumat, 12 Januari 2018

Bintang Keluarga #8

Saat mama ngetik tugas ini, nengZ dan bangZ sedang berlomba rol depan di atas kasur. Kalau sudah begini sampai capek baru deh bakal berhenti.

Si bungsu bangZ memiliki badan yang paling ramping diantara kami sekeluarga. Di usianya yang hampir 3 tahun ini kondisinya sedang aktif-aktifnya. Ia satu-satunya yang bisa split di rumah. Sepertinya postur tubuhnya mendukung untuk melakukan split ini.

Selain tubuhnya yang lentur, ia juga memiliki bakat WOO. Senang menyapa orang serta ramah.
Kombinasi dari bakat woo dan fisik prima membuatnya selalu minta ijin : "ma, oweh main di wuar?"

#Day8
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Kamis, 11 Januari 2018

Bintang Keluarga #7

Salah satu aktivitas 4E kakakZ adalah berdagang. Walaupun sekarang kakak sudah tidak lagi berdagang di sekolah karena mengikuti aturan dari sekolahnya namun besok adalah jadwal bussiness day untuk semua siswa di level 4. Siswa hanya boleh berdagang saat ada jadwal bussiness day ini.
Mama dan kakak telah menyiapkan rencana sejak hari selasa. Kakak ingin berjualan jelly dengan metode semi buffet. Keputusan ini diambilnya setelah melakukan survei pasar jualan paling laris di bussiness day sebelumnya ;) see... my lil girl isn't baby anymore... udah ngerti tes pasar :)
Hari ini mama belanja segala kebutuhan, lalu kami garap bersama. Besok kakak yang akan eksekusi jualan barang dagangannya.

#Day7
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Rabu, 10 Januari 2018

Bintang Keluarga #6

Si sulung kakakZ sekarang duduk di kelas 4 SD. Perubahan fisik telah nampak sejak kakZ semester 1 kelas 4 ini. Selain perubahan fisik, mama juga merasakan ada perubahan psikis pada diri kakak. Ia menjadi lebih sensitif, tidak sabaran, dan beberapa emosi negatif lainnya.

Untuk mengatasi hal ini, mama perlu bicara dari hati ke hati dengan kakZ serta menerapkan kaidah komunikasi produktif. KakZ sudah tahu batasan emosinya. Namun masih bisa lepas  kontrol. Inilah mengapa kami harus lebih sering berdialog agar kakak lebih bisa memahami emosi dalam dirinya dan bisa mengelola kanal emosi tersebut. Kadang ia hanya menginginkan waktu lebih lama bersama mama. Hmmm... sepertinya akan asyik jika kami bisa nge-date berdua saja ;)

#Day6
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Selasa, 09 Januari 2018

Bintang Keluarga #5

Si bungsu bangZ sedang menggemari segala sesuatu tentang planet. Aktivitas yang ia suka dan menguasai adalah matching game. Dengan media apapun ia senang mencocokkan apalagi jika berhubungan dengan kesukaannya. Stimulasi yang mama lakukan adalah berusaha mengenalkannya pada ranah lain walaupun masih menggunakan aktivitas mencocokkan. BangZ yang akan berusia 3 tahun masih butuh banyak stimulasi untuk mengenal banyak hal baru.

#Day5
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Senin, 08 Januari 2018

Bintang Keluarga #4

Hari ini si tengah nengZ akan memulai program mengaji metode iqro di TPAQ sekitar talang sari. Persiapan masuk TPAQ ini sudah kami mulai sejak hari kamis pekan lalu. Mulai dari survei tempat, berkenalan dengan ustazah, membeli buku iqro, dsb.
Ketika tiba waktunya nengZ diantar ke TPAQ, niatnya masih maju mundur cantik ;) ada aja alasannya untuk mengulur waktu pengantaran ke TPAQ. Akhirnya setelah menjemput kakakZ pulang sekolah barulah nengZ mau diantar ke TPAQ.
Setibanya di lokasi masjid, nengZ mau langsung menuju ustazah dan bergabung dengan teman-teman yang perempuan dengan masih didampingi mama. Setelah nengZ duduk dan mengeluarkan iqronya, mama pun bersiap untuk pulang ke rumah. Dan disini drama pun dimulai dengan mendatangi mama, memeluk erat, lalu menangis :'(
akhirnya nengZ ikut minta pulang juga.

Mama cukup kecewa karena ternyata kemandirian nengZ belum sesuai dengan ekspektasi mama. NengZ yang senang sosialisasi ternyata butuh waktu adaptasi lebih lama dibandingkan sebelumnya ketika masih sekolah dulu. Selama 6 bulan ini nengZ homeschooling dengan mama, mungkin attachment dengan mama lebih meningkat dan terbiasa zona nyaman di rumah. Hal ini menjadi refleksi untuk mama agar memberi stimulasi kemandirian lagi untuk nengZ.

#Day4
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Minggu, 07 Januari 2018

Bintang Keluarga #3

Si tengah NengZ memiliki kecerdasan verbal yang luar biasa. Sejak kecil ia memiliki banyak kosakata dan lancar dalam hal berbicara.
Seperti halnya malam ini ketika mama bertanya "ngapain aja adek di rumah maci kemarin?" Jawaban yang mama dapatkan runut dari ketika nengZ datang  ke rumah neneknya hingga tidur malam. Ia mampu menceritakan secara detail kejadian ketika ia menginap di rumah neneknya dengan mata berbinar-binar :)
Sekarang di usianya yang ke 5 tahun, ketika mendapat kosakata baru ia akan langsung bertanya dan memberi padanan kata yang memiliki arti sama atau mendekati dari kosakata yang telah dimilikinya. Seperti waktu ia bertanya arti dari bercanda apakah sama seperti berbohong? Ketika itu ia sedang menonton serial upin dan ipin di tv. Ada scene kak ros yang mengatakan kata bercanda sehingga konotasinya mengarah pada berbohong. Akhirnya setelah mama jelaskan dan berikan padanan kata yang lain nengZ bisa mengerti. Dan ia senang karena pundi-pundi kosakatanya terus bertambah :D

#Day3
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Sabtu, 06 Januari 2018

Bintang Keluarga #2

Si bungsu bangZ sangat menggemari hewan. Ia memiliki koleksi figurin hewan yang setiap hari pasti dimainkannya. Saat ini ia lebih sering memainkan figur dinosaurus. Hewan lain tetap di dalam box tidak mengapa asal dinosaurus selalu berada disekitarnya.
Seringkali ketika sedang pretend play dengan bangZ, mama menyisipkan cerita nasihat seolah-olah si dino yang berkisah dengan dino lain milik bangZ.

Baru saja kami mendengar adzan isya. Mama yang masih menjadi dino t-rex memberitahu dino lain klo sudah masuk waktu sholat. Dino bangZ si diplo pun langsung ambil barisan terdepan menjadi imam sambil menggumamkan Allahu Akbar beberapa kali lalu salam ;)

#Day2
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Rabu, 03 Januari 2018

Tantangan Level #7 Kelas Bunsay #2

*Tantangan 10 Hari*
*Level 7*

Periode 3 januari - 19 Januari 2018

⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
*_SEMUA ANAK ADALAH BINTANG_*
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐

Semua orangtua setuju bahwa anak-anak didesain dengan membawa keunikan tersendiri. Namun seiring berjalannya waktu kadang keyakinan orangtua atas kemampuan anaknya terdistraksi oleh lingkungan sekitar.

Yuk, sama-sama belajar menjadi orangtua yang istimewa dan menjadikan  rumah tempat anak-anak menjadi bintang.
Asah kemampuan menjelajah potensi anak-anak. Jelajahi 4 area kehidupannya:
�� Ranah hubungan intra personal (konsep diri)
�� Ranah hubungan inter personal (hubungan sesama)
�� Ranah hubungan dengan change factor (melek perubahan)
�� Ranah hubungan dengan Tuhan-nya (melek spiritual)

�� Bagi anda yang sudah menikah dan mempunyai anak
�� Amati aktivitas anak yang membuat matanya berbinar-binar dalam kehidupan sehari-hari.
�� Temukan dan catat kekuatan anak-anak dalam aktivitas tersebut.
 ��Ajak ananda membuat proyek terkait kegiatan yang membuatnya berbinar.

�� Bagi anda yang sudah menikah dan belum mempunyai anak
�� Catat aktivitas yang membuat anda dan pasangan anda berbinar binar
�� Ceritakan proses menemukan aktivitas tersebut serta proyek apa saja yang telah dan akan anda lakukan untuk mengasah aktivitas tersebut.
��Temukan & catat kekuatan anda dan pasangan dalam aktivitas tersebut.

��‍�� Bagi anda yang belum menikah
��Catat aktivitas yang membuat anda berbinar binar
�� Ceritakan proses menemukan aktivitas tersebut serta proyek apa saja yang telah dan akan anda lakukan untuk mengasah aktivitas tersebut.
��Temukan dan catat kekuatan anda dalam setiap aktivitas tersebut.
��Tulislah rencana project selanjutnya

�� Bagi anda yang menggunakan blog gunakan label:
✨ Semua anak adalah bintang
✨ IIP
✨ Bunda sayang

�� Gunakan hashtag
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Materi #7 Kelas Bunsay #2

Institut Ibu Profesional
Kelas Bunda Sayang sesi #7

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG

Anak-anak yang terlahir ke dunia merupakan anak-anak pilihan, para juara yang membawa bintangnya masing-masing sejak lahir. Namun setelah mereka lahir, kita, orang dewasa yang diamanahi menjaganya, justru lebih sering “membanding-bandingkan” pribadi anak ini dengan pribadi anak yang lain.  

BANDINGKANLAH ANAK-ANAK KITA DENGAN DIRINYA SENDIRI, BUKAN DENGAN ANAK ORANG LAIN

Jadi kalimat yang harus sering anda keluarkan adalah,

✅ “ Apa bedanya kakak 1 tahun yang lalu dengan kakak yang sekarang?"

bukan dengan kalimat

❌ “Mengapa kamu tidak seperti si A, yang nilai raportnya selalu bagus?”

❌ ”Mengapa kamu tidak seperti adikmu?”

Kita, orang dewasa yang dipercaya untuk melejitkan “ mental jawara” anak, justru lebih sering memperlakukan mereka menjadi anak rata-rata, yang harus sama dengan yang lainnya.

MEMBUAT GUNUNG, BUKAN MERATAKAN LEMBAH

Ikan itu jago berenang, jangan habiskan hari-harinya dengan belajar terbang dan berharap terbangnya sepintar burung

Seringkali kalau ada anak-anak yang tidak menyukai matematika, kita paksakan anak untuk ikut pelajaran tambahan matematika agar nilainya sama dengan anak-anak yang sangat menyukai matematika. Ini namanya meratakan lembah. Anak akan menjadi anak yang rata-rata.

Burung itu jago terbang, apabila sebagian besar waktunya habis untuk belajar terbang, maka dalam beberapa waktu ia akan menjadi maestro terbang

Anak yang terlihat berbinar-binar mempelajari sesuatu, kemudian orangtuanya mengijinkan anak tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari hal tersebut, maka kita sedang mengijinkan lahirnya maestro baru. Ini namanya membuat gunung. Anak akan memahami misi spesifiknya untuk hidup di muka bumi ini.

ENJOY, EASY, EXCELLENT, EARN

Kita sebagai orangtua harus sering melakukan “ discovering ability” agar anak menemukan dirinya, dengan cara mengajak anak kaya akan wawasan, kaya akan gagasan, dan kaya akan aktivitas.

Sehingga anak dengan cepat menemukan aktivitas yang membuat matanya berbinar-binar(enjoy) tak pernah berhenti untuk mengejar kesempurnaan ilmu seberapapun beratnya (easy)dan menjadi hebat di bidangnya (Excellent).

Setelah ketiga hal tersebut di atas tercapai pasti akan muncul produktivitas dan apreasiasi karya di bidangnya (earn).

ALLAH TIDAK PERNAH MEMBUAT PRODUK GAGAL

Tidak ada anak yang bodoh di muka bumi ini, yang ada hanya anak yang tidak mendapatkan kesempatan belajar dari orangtua/guru yang baik, yang senantiasa tak pernah berhenti menuntut ilmu demi anak-anaknya, dan memahami metode yang tepat sesuai dengan gaya belajar anaknya.

ANAK-ANAK TERLAHIR HEBAT, KITALAH YANG HARUS SELALU MEMANTASKAN DIRI AGAR SELALU LAYAK DI MATA ALLAH, MEMEGANG AMANAH ANAK-ANAK YANG LUAR BIASA

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

��Sumber bacaan

Septi Peni Wulandani, Semua Anak adalah Bintang, artikel IIP, 2016

Abah Rama, Talents Mapping, Jakarta, 2016

Dodik Mariyanto, Belajar Cara Belajar, paparan seminar, 2016                        
Bahan referensi video:
1. Bentuk kecerdasan yang berbeda
https://youtu.be/bsJbApZ5GF0

2. Menggugat sistem pendidikan
https://youtu.be/TXqSmNk0aLc

Bintang Keluarga #1

Qadarullah hari ini mama jatuh sakit. Kondisi ini jadi change factor untuk setiap anggota keluarga. Bapak ijin dari pekerjaannya di klinik dan seharian di rumah menggantikan mengerjakan pekerjaan domestik mama. KakakZ tetap bersekolah seperti biasa. Sementara duo nengZ dan BangZ tetap semangat bermain dan belajar di rumah walaupun mama tidak bisa maksimal mendampinginya. DuoZ bisa memaklumi hal "mama sakit" ini. Mereka pun berempati dengan memberikan mama waktu istirahat dan ketika tiba waktu mama untuk minum obat, duoZ ini sigap meminumkan obat.

Kondisi mama sakit ini sebenarnya manifestasi dari sakitnya duoZ sejak tahun baru. Kondisi mama nge-drop setelah ikut begadang mendampingi abangZ yang rewel saat bangun tengah malam.

Dari cobaan sakit di awal tahun 2018 ini mama mengajak duoZ komunikasi produktif mengenai ujian berupa penyakit dan ampunan dosa dari Allah. Mama mengajak duoZ agar ikhlas menerima sakit, berikhtiar untuk sembuh dengan minum obat, serta berdoa pada Allah agar disembuhkan. Insyaa Allah ketika kita ikhlas menerima ujian berupa sakit ini maka Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. AbangZ yang mendengar cerita mama hanya merespon dengan mangut-mangut lucu :)

#Day1
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga