Senin, 19 Februari 2018

Cemilan Finansial #2

Cemilan Rabu #3 Materi 8: Cerdas Finansial

*MEMPERSIAPKAN ANAK MANDIRI & CERDAS FINANSIAL*

Mendidik anak sejatinya adalah mempersiapkannya untuk memasuki usia Aqil Baligh dengan kesiapan. Dalam hal finansial, tugas orangtua ialah mempersiapkan anak untuk bisa mandiri saat Ia mencapai usia baligh. Oleh karena itu menjadi kewajiban bagi kita untuk mengajarkan kemandirian finansial ini.

Mengajarkan kemandirian finansial tidak selalu berarti mengajarkan transaksi finansial. Jauh sebelum itu orangtua harus mengajarkan mentalitas yang menjadi penunjang utama kemandirian.
Menumbuhkan kecerdasan finansial pada anak, berarti merujuk pada sebuah proses panjang yang dilakukan saat anak masih kecil.

Ada beberapa hal yang penting dalam menumbuhkan kecerdasan finansial pada anak, diantaranya:

�� *Penanaman Aqidah*
Bahwasannya Rizki adalah pemberian Allah dan bersyukur atas segala rizki yang diperoleh.

�� *Mindset*
Anak harus dipahamkan tentang konsep kebutuhan dan keinginan sehingga kedepannya dapat mengelola keuangannya secara pribadi dengan tanggung jawab.

�� *Kepekaan sosial*
Selain harta yang kita miliki dab manfaatkan, adapula jenis harta yang dititipkan pada kita untuk orang lain yang termasuk dalam hak Allah maupun hak orang lain. Tumbuhkan kepekaan sosialnya agar anak dapat membagi hartanya untuk memenuhi kedua hak tersebut.

�� *Latih Kemandirian*
Melatih kemandirian erat kaitannya dengan menumbuhkan kecerdasan finansial. Melatih kemandirian membuat anak akan terbiasa berupaya untuk mencapai tujuannya.

�� *Beri Kesempatan Anak untuk Mengelola Uangnya*
Ijin anak untuk mengelola uang sakunya sendiri. Sebelumnya buatlah aturan dan komitmen agar anak dapat mengelola uang tersebut dengan baik. Namun orang tua harus tega, tegas dan komitmen dengan perjanjian awal karena terkadang anak menghabiskan uang sakunya dengan lebih cepat.

�� *Ajak Anak untuk Berwirausaha*
Ajarkan anak untuk berwirausaha agar Ia belajar mengembangkan aset miliknya. Selain itu Ia juga akan belajar bagaimana cara bekerjasama dengan tim dan bermuamalah. Hal ini penting bagi anak untuk menumbuhkan kemandiriannya dalam hal finansial.

�� *Tumbuhkan Mentalnya*
Beberapa sifat penting yang wajib dimiliki diantaranya adalah kejujuran, amanah, inovatif dan kreatif, disiplin, tanggung jawab, berani dan optimis

�� *Jangan Lupa, Teladan*
Berbagai upaya menumbuhkan kecerdasan finansial tidak akan maksimal jika tidak ada keteladanan dari lingkungan, terutama dari orangtua. Maka menumbuhkan kecerdasan finansial pada anak sejatinya adalah meluruskan konsep kecerdasan finansial pada diri orangtua.

*Referensi:*
_Keluarga Muslim Cerdas Finansial, Yuria Pratiwhi Cleopatra, S.T., M.Si_

Cemilan Finansial #1

������Cemilan Rabu #2������

Materi 8 : Cerdas Finansial

PANDUAN menjadi FINANCIAL PLANNER bagi IBU RUMAH TANGGA

Emak-emak itu paling sensi kalo sudah bicara masalah finansial alias pengaturan anggaran belanja rumah tangga. Uang belanja kurang, istri disalahin. Suami terjerat kasus korupsi, istri dianggap biang penyebabnya. Hidup tenang tanpa utangpun, terkadang jadi bahan gosip. Serba salah memang.

Nah, di tengah banyaknya “kesalahan” para istri itu, mari kita coba menguranginya dengan belajar menjadi perencana keuangan yang baik bagi keluarga.

Perencana keuangan di sini maksudnya mampu menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran yang terbatas, agar kita dapat memenuhi dan merasionalisasi berbagai kebutuhan dengan keinginan.

Melakukan perencanaan keuangan bukan berarti pelit loh ya dan bukan pula harus mengencangkan ikat pinggang seketat-ketatnya. Nah biar gak ngasal dan membuat kondisi keuangan keluarga semakin runyam, yuk sadari dulu kesalahan-kesalahan dalam melakukan perencanaan keuangan:

1. Menabung tanpa tujuan. Menabung itu perlu tujuan dan target waktu, agar fokus! Menabung tanpa tujuan justru akan membuat pengeluaran jadi kurang terkendali, karena mudah tergoda untuk menggunakannya.

2. Menabung uang sisa penghasilan. Idealnya, menabunglah di awal saat menerima uang.

3. Tidak memiliki dana darurat. Dana darurat adalah dana yang dialokasikan khusus untuk digunakan saat kepepet. Besarnya 10-12 bulan pengeluaran keluarga sehari-hari.

4. Menganggap tabungan = dana darurat.  Eits, itu dua jenis dana yang sangat berbeda ya. Dana darurat boleh diutak utik, namun tabungan harus terselamatkan hingga tujuannya tercapai!

Kalau duitnya pas-pasan seperti kita-kita ini, ngapain perlu perencanaan keuangan segala? Malah bikin repot! Gaji suami cuma segitu-gitunya! Eits Maks, justru semakin terbatas penghasilan suami, semakin matang perencanaan keuangan yang harus dilakukan!

Bagaimana caranya? Simak 10 Langkah menjadi Financial Planner bagi Ibu Rumah Tangga berikut ini yaa...

1. Tentukan Tujuan Keuangan (jangka pendek-jangka menengah-jangka panjang).
Komunikasikan dengan suami mengenai apa yang ingin dicapai dengan kondisi keuangan yang ada dan lakukan secara SMART (Jelas-Terukur-Dapat dicapai-Sesuai-Target waktu)

2. Membuat Catatan Keuangan.
Catat semua pengeluaran dalam sebuah buku, sekecil apapun  itu dalam empat bagian (Catatan Pendapatan – Catatan Tagihan – Rencana Pengeluaran/Belanja – Realisasi Pengeluaran/Belanja)
Buat perencanaan anggaran (budgeting), meliputi: 50% kebutuhan harian, 30% membayar hutang & menabung, 20% untuk gaya hidup.
Jadikan pelunasan utang sebagai prioritas! Utang yang tak segera dilunasi, akan memperberat beban keuangan rumah tangga. Apalagi jika utang tersebut mengandung riba! 

3. Uang Saku. Anggarkan uang saku bagi suami-isti dan anak-anak secara proporsional, untuk memenuhi kebutuhan pribadi masing-masing.  Ajarkan anak tentang konsep arti dan nilai uang sejak dini, sehingga kelak ia akan mampu mengelolanya dengan baik.

4. Dana Darurat. Dianggarkan khusus untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya darurat. Niatkan untuk selalu mengisi tabungan dana darurat setiap bulan, agar: tidak perlu berhutang Dana darurat juga dapat digunakan sebagai dana cadangan saat suami memutuskan berwirausaha, untuk menghindari konflik rumah tangga, serta demi kesehatan & ketenangan jiwa.

5. Biaya Pendidikan Anak. Persiapkan dana pendidikan khusus untuk anak-anak. Dapat berupa: tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, investasi reksadana, investasi emas fan lainnya. Makin lama waktu untuk mempersiapkan dana pendidikan, makin baik.

6. Asuransi. Sebaiknya miliki asuransi jiwa dan kesehatan. namun: baca & pelajari isi polis dengan baik, pilih perusahaan asuransi yang jelas dan pilih premi sesuai kemampuan. Pilih jenis asuransi murni, bukan unit link, agar manfaat yg diperoleh maksimal.

7. Utang... Boleh Gak Sih? Boleh saja, namun lakukan dengan penuh perhitungan, bukan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif. Lalu berkomitmenlah untuk segera melunasinya, baik secara utuh ataupun mencicil.

8. Menabung. Menabunglah untuk tujuan tertentu yang besarannya sesuaikan dengan kemampuan. Sisihkan dana yang akan ditabung di saat awal menerima uang, bukan dari uang yang tersisa dan konsistenlah. Pisahkan rekening tabungan, usahakan tidak berATM agar tak tergoda untuk mengambilnya. 

9. Investasi. Kenapa harus berinvestasi? Karena ada konsep nilai waktu uang, di mana nilai uang saat ini akan turun 10-20 tahun yang akan datang. Jadi pertahankan nilai uang melalui investasi, dapat dalam bentuk  reksana, emas, pohon, ternak, ataupun usaha sendiri/bisnis.

10. Me Time. Penting ini dan seringkali terlupakan. Saat ber’me-time, silakan melakukan apa saja yang membuat senang. Emak bisa menyalurkan hobi-bersilaturahmi atau memanjakan diri. Gunanya untuk mencharge energi,  menjaga kewarasan, membuat pikiran lebih tenang-positif & kreatif. Me-time dapat dilakukan di dalam rumah ataupun di luar rumah, beranggaran khusus atau tanpa dana sepeserpun.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

��Sumber Inspirasi:
Nadya Moeliono & Iin Susanto. 10 Langkah menjadi Financial Planner untuk Diri Sendiri (edisi Khusus Ibu Rumah Tangga). Grasindo. 2017

Review Level #8 Bunsay#2

_Institut Ibu Profesional_
_Review Materi Sesi 8_

*CERDAS FINANSIAL IBU  BERPENGARUH PADA ANAK*

Bunda, terima kasih sudah menyelesaikan tantangan di kelas bunda sayang yang ke #8 kali ini. Kita sudah melewati 2/3 perjalanan kita.

Sejatinya di materi kali ini kita ditantang untuk menjadi cerdas finansial dengan cara memandu anak-anak  ( Learning by Teaching).

Maka langkah yang kita ambil adalah memahamkan diri kita terlebih dahulu  bahwa uang adalah bagian kecil dari rezeki.

Selanjutnya belajar mengelola uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan.

Kita sedang tumbuh bersama anak dengan menjadi teladan, sehingga anak ikut belajar mengelola uang dan bertanggung jawab terhadap bagian rezeki yang didapatkan di dalam kehidupan ini.

Maka kuncinya adalah mulai dari orangtuanya.

Salah satu peran kita sebagai Ibu bukanlah untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan kepada anak dan keluarga kita.

Peran tersebut perlu ilmu.

*Hargai dengan baik segala ikhtiar pekerjaan menjemput rejeki,  baik yang kita lakukan maupun yang dilakukan pasangan kita. Hal ini membuat penghasilan yang akan diterima akan lebih berharga*

Anak-anak harus paham, tidak ada pekerjaan yang hina di muka bumi ini selama untuk menjemput rejeki yang halal.

*Habiskan uang di jalan yang benar*

Kebiasaan lama kita adalah menyisakan uang agar bisa menabung, investasi dan lain-lain. Namanya menyisakan pasti kecil.

Maka ubah dengan cara merencanakan dengan baik, dan habiskan uang di jalan yang benar.

Contoh :

_Cashflow orang yang bermental miskin_

Pendapatan 100

Pengeluaran:
Shopping 57,5
Cicilan hutang 30
Sosial 2,5
--------------------------------
Sisa 10 baru ditabung

_Cashflow orang yang bermental kaya_

Pendapatan 100

Pengeluaran :
Zakat, infaq, sedekah 2,5
Cicilan hutang 30
Investasi 10
Kebutuhan pribadi  57,5
---------------------------------------
Sisa 0

Dua cashflow di atas angkanya sama tapi beda.

Di cashflow orang yang bermental miskin, pengeluaran pertama adalah untuk memenuhi hak diri sendiri dulu, baru hak orang lain ( cicilan hutang dsb), hak untuk Allah, apabila ingat, dan sisanya baru ditabung atau investasi.

Sedangkan cashflow orang yang bermental kaya, sudah siap menghabiskan pendapatannya di jalan yang benar, dengan prioritas sbb :
☘Hak Allah terlebih dahulu ditunaikan.
☘Menyelesaikan hak orang lain (mis :cicilan hutang)
☘Menganggarkan untuk investasi
☘Baru memenuhi kebutuhan kita sendiri

Habis tak bersisa.

Pertanyaannya sekarang,

*Ingin memiliki anak-anak yang bermental kaya atau bermental miskin?*

Mental ini akan menentukan gaya hidup seseorang. Orang yang bermental kaya selalu ingin berbagi, meninggikan kemuliaan dengan _tangannya di atas_ meski pendapatan yang diterima kecil.

Sedangkan orang yang bermental miskin, selalu berharap menerima sesuatu, lebih merelakan _tangan di bawah_ meski pendapatannya besar.

Orang yang bermental miskin membeli sesuatu sesuai "selera" dan membeli di saat "bisa"

Orang yang bermental kaya membeli sesuatu sesuai "fungsi"  dan membeli di saat "perlu".

Sebenarnya,

*Biaya hidup itu murah, yang mahal adalah gaya hidup*

Selamat berproses, karena cerdas finansial, tidak hanya berkaitan dengan cashflow dan rupiah yang kita catat, tapi lebih dari itu,  erat kaitannya dengan mendidik mental anak kita dan menanamkan pola gaya hidup yang benar.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang Nasional/

��Sumber Bacaan :
_Ahmad Ghozali, Habiskan Saja Gajimu, Jakarta, 2010_

_Institut Ibu Profesional, Bunda Produktif, 2015_

Sabtu, 10 Februari 2018

Cerdas Finansial #10

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Pagi ini nengZ terlihat gelisah. Ia mendatangi mama lalu menanyakan : "kemarin sudah 1 minggu,  kok bukunya belum sampai ma?" Dan mama pun teringat akan paket buku yang kami beli dan sudah dikirim hari jumat lalu.

Mama biasa membeli buku obral via facebook. Memang untuk mendapatkan buku yang diinginkan,  mama harus  bersaingan dengan sekitar 7000-an member grup. Tapi kualitas buku-bukunya worth to have ;) baik buku-buku berbahasa inggris maupun indonesia. Dan pasti harganya pun miring bangeets.
Selain BBW yang seasonal... lapak koalisi cinta buku ini sangat membantu suplai buku-buku buat trioZ.

Bergabung di grup ini, berburu buku-buku lama/ secondhand book membuat mama bisa lebih efisien dalam hal budget buku. Tidak harus selalu buku baru yang kalau satu buka PO menyusul buku-buku lain juga PO (hiks... disini kadang mama merasa sedih). Buku-buku lama pun masih efektif untuk menunjang HS duoZ dan sekaligus bahan bacaan kakakZ :)

Semoga paket buku trioZ lekas datang yaa...

Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

#Day10
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Jumat, 09 Februari 2018

Cerdas Finansial #9

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Wah tak terasa sudah hampir memasuki week end. Suasanya weekend begitu terasa di indomaret karena ada program diskon jumat-minggu.

Mama jadi teringat pesan dari bapak H. M. Rusli selaku owner sekolah tempat mama mengajar dulu. Beliau juga dikenal sebagai salah satu entrepreneur terpandang di Samarinda. Sekolah yang beliau dirikan dikenal masyarakat umum sebagai "sekolah mahal". Suatu ketika saat rapat bersama, beliau menjelaskan perbedaan "harga mahal" dengan "harga tinggi".
Harga mahal adalah ketika kita tahu modal untuk membuat 1 buah pisang goreng adalah 500 rupiah namun dijual dengan harga 5000 rupiah.
Harga tinggi ketika pisang goreng disulap menjadi  pisang goreng keju dan dijual dengan harga 10.000 rupiah per porsi.

Harga murah/mahal menjadi relatif ketika seseorang memiliki uang. Namun harga tinggi akan sebanding dengan kualitas. Ungkapan awamnya "ada harga, ada rupa".

Pesan beliau ini cukup membekas untuk mama dan setelah menjadi full time mom ternyata pesan ini sangat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari IRT ;)

Happy weekend.
Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

#Day9
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Kamis, 08 Februari 2018

Cerdas Finansial #08

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Kurang lebih selama 1 minggu ini jajan duoZ berkurang drastis. Biasanya setiap ada pak/ibu penjual apa aja bisa dipanggil sama duoZ. Mama sampe hapal dan aware jadwal penjual yang bakal lewat depan rumah :D

Pagi hari biasa dibuka dengan penjual roti gembong.. dengan suara khasnya "ti..roti...rotiii..." yang ini kadang masih bisa direm karena yang request cuma 1 orang, si abangZ.
Next, ada ibu kue..kue... langganannya duoZ, pantang terlewatkan. Dengan ibu kue ini kami biasa investasi minimal 5000 rupiah.

Siang hari ada pak es krim vania, dengan speaker andalannya vania ice cream... vania ice cream... hmmm... enak cuma 2ribu lho...
Ini godaan terbesar buat duoZ di siang hari. Tapi hampir seminggu ini mereka puasa ice cream. Yeay...

Sore hari biasanya godaan besar buat nengZ yang hobinya makan pentol bakso. Biasanya ada 2 pak lek bakso yang seliweran di depan rumah.

Malam hari biasanya godaan datang dari pak lek tahu tek. Biasanya Abah trioZ lah pencetus untuk beli tahu tek ini.

Alhamdulillah budget jajan minggu ini masih dalam tahap aman. NengZ mulai bisa menyisihkan uang kembalian untuk ditabung (kan biasanya diputer jadi uang jajan hehehe...)

#Day8
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Selasa, 06 Februari 2018

Cerdas Finansial #7

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Pagi ini mama mengajak nengZ untuk "tes uang". Mama jejerkan uang koin dari 100 rupiah hingga uang kertas 50.000 rupiah. Hasilnya?? NengZ paham sekali warna uang beserta nominal uangnya. Hanya saja ia masih belum paham "nilai uang" tersebut.

Ketika membuka dompetnya, ia menemukan 5 lembar uang 2000-an. Mama menawarkan apa mau ditukar dengan 10.000-an punya mama? NengZ pun ragu-ragu namun akhirnya memutuskan tidak jadi ditukar karena nanti uangnya jadi lebih sedikit \\^o^''//

Sekian cerita mama hari ini. Semangat untuk tantangan esok hari.

Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

#Day8
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Cerdas Finansial #6

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Tak banyak yang bisa mama lakukan dalam kondisi terbatas mama di masa recovery ini. Hari ini mama mengajari kakakZ dan nengZ membuat mini budget untuk 1 minggu ke depan.

Semoga mereka bisa istiqomah menjalani misi mini budget mereka yaa..

Wassalamu'alaykum Wr. Wb

#Day6
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Senin, 05 Februari 2018

Cerdas Finansial #5

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Hari ini semua anggota keluarga kembali beraktivitas seperti biasa. Abah berangkat kerja sembari mengantar kakakZ sekolah. Mama bersama duoZ si HSers di rumah. Kondisi mama yang sudah baikan membuat kami nyaman belajar dan bermain bersama seperti biasanya.

NengZ punya dompet kecil yang berisi tabungannya. Kadang kala uang tabungan ini berubah menjadi uang jajan :D sesuai niat menabungnya yang pasang surut. Nah kali ini niat menabung dimulai lagi. Dengan fasih ia mengatakan maksud uang tabungannya itu : "untuk beli baju unicorn, beli sepeda, beli mainan di shiny, beli bando bunga". Mama geli dan takjub mendengar penuturannya yang fasih. Ahh... sepertinya mama punya PR untuk menjelaskan konsep keinginan vs kebutuhan kepada nengZ besok ;)

Selamat berisitirahat.
Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

#Day5
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Minggu, 04 Februari 2018

Cerdas Finansial #4

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini kami sekeluarga sudah berkumpul kembali di rumah. Begitu sampai di rumah TrioZ langsung menghabur ke kamar mama :)

Tantangan hari ini mama isi dengan berkisah mengenai nikmatnya sehat. Bahwa sehat termasuk salah satu rejeki yang tidak bisa diukur secara nominal.

KakakZ menyampaikan laporan mini budget uang sakunya selama 1 minggu. Alhamdulillah kakakZ bisa mengatur alokasi penggunaan uang saku mingguannya sendiri. Selain untuk jajan, ia budgetkan pula untuk infaq dan membayar iuran kelasnya. After all, uang sakunya masih bersisa. KakakZ berniat untuk menabung sisa uang sakunya tersebut.
Semoga kakakZ bisa istiqomah yaa...
Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

#Day4
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Jumat, 02 Februari 2018

Cerdas Finansial #3

Assalamu'alaykum Wr. Wb

Alhamdulillah kondisi mama pasca operasi sudah membaik. Sekarang dalam masa recovery pasca operasi.

Karena mama sedang tidak bersama trioZ. Akhirnya mama memutuskan untuk mendidik diri sendiri ; ) Mama mencoba membuat mini budget untuk 1 minggu. Jadi selain memiliki pengeluaran rutin bulanan mama ingin mencoba mini budget mingguan.
Hal ini bertujuan untuk mendetail pengeluaran sehari-harinya. Belajar menerapkan quote dari kelas matrikulasi dulu yang kira-kira bunyinya seperti ini :
"Rejeki itu, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab".
Semoga dengan menerapkan mini budget memudahkan mama untuk menghisab diri sendiri terlebih dahulu.

Doakan semoga mama bisa istiqomah.

Wassalamu'alaykum Wr. Wb

#Day3
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Kamis, 01 Februari 2018

Cerdas Finansial #2

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Hari ini mama pergi ke dokter di RSD untuk melakukan pemeriksaan lanjut. Qadarullah, setelah melakukan tes biopsi langsung disuruh opname dan rencananya operasi akan dilakukan jam 6 sore.

Kondisi ini sudah kami perkirakan walaupun tak menyangka akan dilaksanakan semuanya dalam 1 hari. Karena sakit adalah rejeki yang tak dapat dielakkan, maka mama pun bergegas membuat mini budget selama dirawat di RS.

Mini budget mama meliputi :
1. Budget biaya perawatan.
2. Budget biaya konsumsi keluarga.

Berdasar pengalaman sebelumnya, biasanya jika mama opname maka pengeluaran konsumsi keluarga jadi membengkak karena makanan dan minuman serba beli di luar :)

Mini budget sudah disiapkan, saatnya konsisten menjalankannya.

Mohon doanya agar operasi sore ini berjalan lancar.

Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

#Day2

#KuliahBunsayIIP 

#Tantangan10Hari

 #Level8 

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

 #CerdasFinansial


Cerdas Finansial #1

Assalamualaikum....

Tak terasa sudah sampai di level #8. Artinya ini adalah game terakhir di cawu 2 ini. Materi level #8 adalah mendidik anak cerdas finansial. Tapi... sebenernya ini nonjok dan nendang banget buat mama. Lha piye... mau didik anak cerdas finansial klo ibunya sendiri belum cerdas finansial :'(  eits... jangan baper ya moms... yuk kita walk the talk... sambil mendidik anak, kita juga harus mulai mendidik diri sendiri.

Hari pertama tantangan, mama isi dengan meningkatkan syukur serta menguatkan tauhid trioZ. Bersyukur karena mereka mendapat rejeki dari Allah melalui perantara abah (maklum habis gajian). Berkisah tentang pekerjaan abah, untuk apa abah bekerja, dan bagaimana kami harus bersyukur atas segala rejeki dari Allah.

Seperti malam ini, kami mendapat antaran 1 box pizza hut dari tetangga sebelah. Ketika dibuka ternyata toppingnya persis kesukaan trioZ. Aha! Moment banget nih. Setelah berterima kasih kepada tetangga, tak lupa mama mengajak trioZ untuk bersyukur atas rejeki dari Allah melalui tetangga kami.

Kejadian hari ini semakin menambah syukur atas rejeki yang Allah berikan kepada keluarga kami dalam bentuk apapun dan melalui siapapun, karena Allah berkuasa meletakkan rejeki sekehendak-Nya.

#Day1

#KuliahBunsayIIP 

#Tantangan10Hari

 #Level8 

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

 #CerdasFinansial