Memasuki pekan ke-2 zona Open Space, semakin terasa gegap gempita suasana hexa conference. Selama di zona O ini, saya jadi punya kebiasaan baru scolling info materi conference yang seliweran di wag maupun fb :)
Sesuai dengan peran yang saya ambil yaitu butterfly atau bumblebee akhirnya saya menjadi penikmat hexa conference dari satu materi ke materi yang lain.
Pada jurnal kali ini saya akan menceritakan salah satu materi hexa conference yang paling berkesan untuk saya pribadi.
Tadaa....
Saya menikmati sekali paparan teh Rima mengenai konsep diri. Selama ini saya hanya mengikuti celoteh teh Rima via status fb dan ignya saja, ternyata sekarang bisa menyaksikan langsung via ig ternyata memberikan sensasi yang berbeda.
Saya mengikuti hexa conference teh Rima di pukul 15.00 wita. Dibuka dengan cerita beliau klo ternyata salah jadwal, jam 1 sudah live padahal harusnya jam 2. Wah saya pikir saya yang ketinggalan, tapi ternyata tidak. Alhamdulillah pembahasan mulai dari awal mengenai membangun konsep diri pada anak.
Membangun konsep diri pada anak ternyata dimulai sejak dulu kala 😁
Sejak anak kecil, bagaimana kita selaku orang tua memperlakukannya maka saat itu pula anak mulai membangun konsep tentang dirinya, mulai dari hal yang paling sederhana, seperti pemilihan pakaian. Jika anak perempuan terbiasa dipakaikan baju cantik ala princess maka ia akan membangun konsep bahwa dirinya adalah seorang princess. Namun efeknya tidak berhenti sampai pada rupa penampilan saja namun juga dapat berujung pada sikap dan tingkah laku. Karena menganggap dirinya adalah princess maka sikapnya pun berubah menjadi seperti princess yang harus dipenuhi segala keinginannya. Nah proses membangun konsep diri seperti inilah yang mesti diwaspadai oleh orang tua.
Materi teh rima tentang konsep diri ini relate banget dengan kondisi sulung saya yang saat ini sedang menuntut ilmu jauh dari keluarga. Ada beberapa rintangan yang dihadapinya saat berada jauh dari kami. Kami hanya bisa mendoakan serta memberikan saran langkah apa yang sebaiknya dilakukannya. Pada akhirnya dialah yang menyelesaikan tantangan hidupnya sendiri. Dari pengalaman inilah saya berkaca bagaimana selama ini konsep diri si sulung yang telah kami bangun selama membesarkannya hingga baligh. Some good and some need to be better. Mari membentuk konsep diri anak kita sejak dini. Dengan konsep diri yang bagus, anak-anak akan survive dimanapun mereka berada.
#zonaO
#hexagoncity
#bundaproduktif
#institutibuprofesional