Senin, 08 Januari 2018

Bintang Keluarga #4

Hari ini si tengah nengZ akan memulai program mengaji metode iqro di TPAQ sekitar talang sari. Persiapan masuk TPAQ ini sudah kami mulai sejak hari kamis pekan lalu. Mulai dari survei tempat, berkenalan dengan ustazah, membeli buku iqro, dsb.
Ketika tiba waktunya nengZ diantar ke TPAQ, niatnya masih maju mundur cantik ;) ada aja alasannya untuk mengulur waktu pengantaran ke TPAQ. Akhirnya setelah menjemput kakakZ pulang sekolah barulah nengZ mau diantar ke TPAQ.
Setibanya di lokasi masjid, nengZ mau langsung menuju ustazah dan bergabung dengan teman-teman yang perempuan dengan masih didampingi mama. Setelah nengZ duduk dan mengeluarkan iqronya, mama pun bersiap untuk pulang ke rumah. Dan disini drama pun dimulai dengan mendatangi mama, memeluk erat, lalu menangis :'(
akhirnya nengZ ikut minta pulang juga.

Mama cukup kecewa karena ternyata kemandirian nengZ belum sesuai dengan ekspektasi mama. NengZ yang senang sosialisasi ternyata butuh waktu adaptasi lebih lama dibandingkan sebelumnya ketika masih sekolah dulu. Selama 6 bulan ini nengZ homeschooling dengan mama, mungkin attachment dengan mama lebih meningkat dan terbiasa zona nyaman di rumah. Hal ini menjadi refleksi untuk mama agar memberi stimulasi kemandirian lagi untuk nengZ.

#Day4
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Minggu, 07 Januari 2018

Bintang Keluarga #3

Si tengah NengZ memiliki kecerdasan verbal yang luar biasa. Sejak kecil ia memiliki banyak kosakata dan lancar dalam hal berbicara.
Seperti halnya malam ini ketika mama bertanya "ngapain aja adek di rumah maci kemarin?" Jawaban yang mama dapatkan runut dari ketika nengZ datang  ke rumah neneknya hingga tidur malam. Ia mampu menceritakan secara detail kejadian ketika ia menginap di rumah neneknya dengan mata berbinar-binar :)
Sekarang di usianya yang ke 5 tahun, ketika mendapat kosakata baru ia akan langsung bertanya dan memberi padanan kata yang memiliki arti sama atau mendekati dari kosakata yang telah dimilikinya. Seperti waktu ia bertanya arti dari bercanda apakah sama seperti berbohong? Ketika itu ia sedang menonton serial upin dan ipin di tv. Ada scene kak ros yang mengatakan kata bercanda sehingga konotasinya mengarah pada berbohong. Akhirnya setelah mama jelaskan dan berikan padanan kata yang lain nengZ bisa mengerti. Dan ia senang karena pundi-pundi kosakatanya terus bertambah :D

#Day3
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Sabtu, 06 Januari 2018

Bintang Keluarga #2

Si bungsu bangZ sangat menggemari hewan. Ia memiliki koleksi figurin hewan yang setiap hari pasti dimainkannya. Saat ini ia lebih sering memainkan figur dinosaurus. Hewan lain tetap di dalam box tidak mengapa asal dinosaurus selalu berada disekitarnya.
Seringkali ketika sedang pretend play dengan bangZ, mama menyisipkan cerita nasihat seolah-olah si dino yang berkisah dengan dino lain milik bangZ.

Baru saja kami mendengar adzan isya. Mama yang masih menjadi dino t-rex memberitahu dino lain klo sudah masuk waktu sholat. Dino bangZ si diplo pun langsung ambil barisan terdepan menjadi imam sambil menggumamkan Allahu Akbar beberapa kali lalu salam ;)

#Day2
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Rabu, 03 Januari 2018

Tantangan Level #7 Kelas Bunsay #2

*Tantangan 10 Hari*
*Level 7*

Periode 3 januari - 19 Januari 2018

⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
*_SEMUA ANAK ADALAH BINTANG_*
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐

Semua orangtua setuju bahwa anak-anak didesain dengan membawa keunikan tersendiri. Namun seiring berjalannya waktu kadang keyakinan orangtua atas kemampuan anaknya terdistraksi oleh lingkungan sekitar.

Yuk, sama-sama belajar menjadi orangtua yang istimewa dan menjadikan  rumah tempat anak-anak menjadi bintang.
Asah kemampuan menjelajah potensi anak-anak. Jelajahi 4 area kehidupannya:
�� Ranah hubungan intra personal (konsep diri)
�� Ranah hubungan inter personal (hubungan sesama)
�� Ranah hubungan dengan change factor (melek perubahan)
�� Ranah hubungan dengan Tuhan-nya (melek spiritual)

�� Bagi anda yang sudah menikah dan mempunyai anak
�� Amati aktivitas anak yang membuat matanya berbinar-binar dalam kehidupan sehari-hari.
�� Temukan dan catat kekuatan anak-anak dalam aktivitas tersebut.
 ��Ajak ananda membuat proyek terkait kegiatan yang membuatnya berbinar.

�� Bagi anda yang sudah menikah dan belum mempunyai anak
�� Catat aktivitas yang membuat anda dan pasangan anda berbinar binar
�� Ceritakan proses menemukan aktivitas tersebut serta proyek apa saja yang telah dan akan anda lakukan untuk mengasah aktivitas tersebut.
��Temukan & catat kekuatan anda dan pasangan dalam aktivitas tersebut.

��‍�� Bagi anda yang belum menikah
��Catat aktivitas yang membuat anda berbinar binar
�� Ceritakan proses menemukan aktivitas tersebut serta proyek apa saja yang telah dan akan anda lakukan untuk mengasah aktivitas tersebut.
��Temukan dan catat kekuatan anda dalam setiap aktivitas tersebut.
��Tulislah rencana project selanjutnya

�� Bagi anda yang menggunakan blog gunakan label:
✨ Semua anak adalah bintang
✨ IIP
✨ Bunda sayang

�� Gunakan hashtag
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Materi #7 Kelas Bunsay #2

Institut Ibu Profesional
Kelas Bunda Sayang sesi #7

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG

Anak-anak yang terlahir ke dunia merupakan anak-anak pilihan, para juara yang membawa bintangnya masing-masing sejak lahir. Namun setelah mereka lahir, kita, orang dewasa yang diamanahi menjaganya, justru lebih sering “membanding-bandingkan” pribadi anak ini dengan pribadi anak yang lain.  

BANDINGKANLAH ANAK-ANAK KITA DENGAN DIRINYA SENDIRI, BUKAN DENGAN ANAK ORANG LAIN

Jadi kalimat yang harus sering anda keluarkan adalah,

✅ “ Apa bedanya kakak 1 tahun yang lalu dengan kakak yang sekarang?"

bukan dengan kalimat

❌ “Mengapa kamu tidak seperti si A, yang nilai raportnya selalu bagus?”

❌ ”Mengapa kamu tidak seperti adikmu?”

Kita, orang dewasa yang dipercaya untuk melejitkan “ mental jawara” anak, justru lebih sering memperlakukan mereka menjadi anak rata-rata, yang harus sama dengan yang lainnya.

MEMBUAT GUNUNG, BUKAN MERATAKAN LEMBAH

Ikan itu jago berenang, jangan habiskan hari-harinya dengan belajar terbang dan berharap terbangnya sepintar burung

Seringkali kalau ada anak-anak yang tidak menyukai matematika, kita paksakan anak untuk ikut pelajaran tambahan matematika agar nilainya sama dengan anak-anak yang sangat menyukai matematika. Ini namanya meratakan lembah. Anak akan menjadi anak yang rata-rata.

Burung itu jago terbang, apabila sebagian besar waktunya habis untuk belajar terbang, maka dalam beberapa waktu ia akan menjadi maestro terbang

Anak yang terlihat berbinar-binar mempelajari sesuatu, kemudian orangtuanya mengijinkan anak tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari hal tersebut, maka kita sedang mengijinkan lahirnya maestro baru. Ini namanya membuat gunung. Anak akan memahami misi spesifiknya untuk hidup di muka bumi ini.

ENJOY, EASY, EXCELLENT, EARN

Kita sebagai orangtua harus sering melakukan “ discovering ability” agar anak menemukan dirinya, dengan cara mengajak anak kaya akan wawasan, kaya akan gagasan, dan kaya akan aktivitas.

Sehingga anak dengan cepat menemukan aktivitas yang membuat matanya berbinar-binar(enjoy) tak pernah berhenti untuk mengejar kesempurnaan ilmu seberapapun beratnya (easy)dan menjadi hebat di bidangnya (Excellent).

Setelah ketiga hal tersebut di atas tercapai pasti akan muncul produktivitas dan apreasiasi karya di bidangnya (earn).

ALLAH TIDAK PERNAH MEMBUAT PRODUK GAGAL

Tidak ada anak yang bodoh di muka bumi ini, yang ada hanya anak yang tidak mendapatkan kesempatan belajar dari orangtua/guru yang baik, yang senantiasa tak pernah berhenti menuntut ilmu demi anak-anaknya, dan memahami metode yang tepat sesuai dengan gaya belajar anaknya.

ANAK-ANAK TERLAHIR HEBAT, KITALAH YANG HARUS SELALU MEMANTASKAN DIRI AGAR SELALU LAYAK DI MATA ALLAH, MEMEGANG AMANAH ANAK-ANAK YANG LUAR BIASA

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

��Sumber bacaan

Septi Peni Wulandani, Semua Anak adalah Bintang, artikel IIP, 2016

Abah Rama, Talents Mapping, Jakarta, 2016

Dodik Mariyanto, Belajar Cara Belajar, paparan seminar, 2016                        
Bahan referensi video:
1. Bentuk kecerdasan yang berbeda
https://youtu.be/bsJbApZ5GF0

2. Menggugat sistem pendidikan
https://youtu.be/TXqSmNk0aLc

Bintang Keluarga #1

Qadarullah hari ini mama jatuh sakit. Kondisi ini jadi change factor untuk setiap anggota keluarga. Bapak ijin dari pekerjaannya di klinik dan seharian di rumah menggantikan mengerjakan pekerjaan domestik mama. KakakZ tetap bersekolah seperti biasa. Sementara duo nengZ dan BangZ tetap semangat bermain dan belajar di rumah walaupun mama tidak bisa maksimal mendampinginya. DuoZ bisa memaklumi hal "mama sakit" ini. Mereka pun berempati dengan memberikan mama waktu istirahat dan ketika tiba waktu mama untuk minum obat, duoZ ini sigap meminumkan obat.

Kondisi mama sakit ini sebenarnya manifestasi dari sakitnya duoZ sejak tahun baru. Kondisi mama nge-drop setelah ikut begadang mendampingi abangZ yang rewel saat bangun tengah malam.

Dari cobaan sakit di awal tahun 2018 ini mama mengajak duoZ komunikasi produktif mengenai ujian berupa penyakit dan ampunan dosa dari Allah. Mama mengajak duoZ agar ikhlas menerima sakit, berikhtiar untuk sembuh dengan minum obat, serta berdoa pada Allah agar disembuhkan. Insyaa Allah ketika kita ikhlas menerima ujian berupa sakit ini maka Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. AbangZ yang mendengar cerita mama hanya merespon dengan mangut-mangut lucu :)

#Day1
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Senin, 25 Desember 2017

Jurnal Kemandirian

Ada banyak target dan pencapaian dari TrioZ saat menjalani tantangan game level#2 kelas bunsay#2.

Aha! Moment terjadi pada si bungsu bangZ. Abang yang sekarang berusia 2,5 tahun sudah mandiri memakai baju sendiri. Setelah mandi sudah bisa mengambil satu set pakaian yang kemudian dipakainya sendiri.
Abang mengalami kendala saat membuka baju. Sehingga ketika ingin mengganti bajunya ia selalu minta tolong mama. Abang sudah paham kapan ia harus mengganti bajunya. Biasanya saat basah karena terkena air.

Sementara itu, Aha! Moment kemandirian di keluarga kami baru mama sadari sekitar sebulan ini. Kami yang dulu menggunakan jasa PRT selama 3 tahun terbiasa menumpuk cucian piring hingga esok pagi, menunggu PRT datang yang akan mencucinya. Masa-masa awal tanpa PRT, kebiasaan ini tetap berjalan dan cukup mempengaruhi mood mama di pagi hari.
Perlahan tapi pasti jumlah cucian piring yang mengendap semalaman mulai berkurang. Hingga sekitar sebulan ini jumlah cucian piring yang mengendap semalaman adalah NOL :D
Baik Bapak maupun trioZ ketika selesai makan malam akan mencuci piring mereka sendiri. Tidak ada lagi tumpukan cucian piring yang memberi mood negatif di pagi hari ;)