Jumat, 26 Januari 2018

Review Materi #7 Kelas Bunsay #2

_Review Tantangan 10 hari Sesi #7_

_Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional_

*DISCOVERING ABILITY*

Tantangan 10 hari yang sudah bunda lakukan di game level #7, kali ini berjaitan dengan "Discovering Ability".

Dua kata dalam bahasa inggris di atas, apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi panjang yaitu, kemampuan daya jelajah para orangtua dan guru selaku pendidik anak-anak untuk menemukan harta karun potensi-potensi yang ada dalam diri anak-anak.

Ada empat ranah yang sudah dilakukan oleh para Ibu Profesional di kelas bunda sayang ini  untuk melakukan proses pencarian potensi kecerdasan anak yaitu :

a. *Ranah intrapersonal (Konsep Diri)*

b. *Ranah Interpersonal (Hubungan dengan sesama)*

c. *Ranah Change Factor (Hubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan perubahan)*

d. *Ranah spiritual : (Hubungan dengan Sang PenciptaNya)*

Mari kita bahas satu persatu

1⃣ *Ranah Intrapersonal : KONSEP DIRI ANAK*

Konsep diri pada anak adalah suatu persepsi tentang diri dan kemampuan anak yang merupakan suatu kenyataan bagaimana mereka memandang dan menilai diri mereka sendiri .

Hal ini  berpengaruh pada sikap yang mereka tampilkan.

Konsep diri anak terbentuk melalui perasaan anak tentang dirinya sendiri sebagai hasil dari :

a.Interaksi dan pengalaman dengan lingkungan terdekat

b.Kualitas hubungan yang signifikan dengan orangtua dan keluarga terdekat

c.Atribut yang diberikan lingkungan terhadap dirinya.

Langkah-langlah yang wajib dikenalkan oleh orangtua dalam rangka proses mengenal konsep diri anak adalah sbb:

a. *Mengenal Allah dan ciptaanNya*

Anak yang makin mengenal dirinya pasti akan makin mengenal siapa penciptaNya

b. *Dilatih untuk membaca diri*

Dua fase penting dalam hidup  anak kita adalah ketika mereka  dilahirkan dan ketika mereka  menemukan jawaban mengapa mereka dilahirkan. Maka bantu anak-anak untuk meyakinkan dirinya sebagai ciptaan Allah yang terindah dan khalifah di muka bumi ini.

c. *Dilatih untuk membaca alam*

Anak-anak dilatih untuk memahami mengapa mereka ditempatkan Allah di alam dimana mereka tinggal saat ini. Memahami kearifan lokal dimana mereka dibesarkan.

d. *Dilatih membaca jaman*

Anak-anak bukanlah milik kita, mereka adalah milik jamannya. maka didiklah anak-anak kita sesuai jamannya. Mereka akan belajar mengapa mereka dilahirkan di jaman seperti ini dan tantangan jaman apa saja yang harus mereka hadapi.

Bantu anak-anak untuk mempersiapkan dirinya sehingga percaya diri menghadapi jamannya.

e. *Membaca Kehendak Allah*

Anak-anak yang sudah diilatihkan segala macam konsep diri dengan metode Iqra' seperti yang sudah dijelaskan di atas (membaca diri, membaca alam, membaca jaman) maka akan menjadi orang yang ikhlas dengan segala kehendak Allah padanya.  

Cara memahami konsep diri di atas akan menguatkan anak di ranah

*IMAN Dan AKHLAK*

Dua hal inilah yang perlu dikuatkan ke anak-anak di ranah konsep diri.

2⃣  *Ranah Interpersonal: HUBUNGAN DENGAN SESAMA*

Setelah anak memahami konsep dirinya dengan baik, saatnya mereka kita latih untuk menguatkan kecerdasan interpersonalnya (hubungan dengan sesama) lewat konsep diri yang sudah didapatkannya dengan menguatkan IMAN dan AKHLAK.

Dengan demikian diharapkan ketika berinteraksi dengan orang lain anak tetap kuat imannya, makin baik akhlaknya, makin mengenal jati dirinya dan tidak mudah terpengaruh.  
Dua fase penting dalam hidup seseorang adalah ketika bertemu dengan jodohnya ( jodoh ini bisa pasangan hidup, bisa partner kerja, bisa tetangga, bisa pekerjaan, bisa komunitas dll) dan fase di saat kita menemukan jawaban mengapa kita dipertemukan.  

Kecerdasan hubungan dengan sesama ini menjadi hal yang sangat penting bagi anak, karena akan menguatkan peran hidupnya dalam menjaga amanah berikutnya, yaitu amanahnya sebagai khalifah di muka bumi ini.

Ketika sudah masuk usia aqil baligh mau tidak mau anak  harus berhubungan dengan orang lain, minimal jodoh hidupnya dan keluarganya.

Dua senjata utama yang perlu dilatihkan ke anak-anak untuk meningkatkan kecerdasan hubungan dengan sesama adalah

*ADAB dan BICARA*

ADAB  akan membuka tabir ilmu yang tertutup, BICARA akan memudahkan seseorang untuk menyampaikan ilmu yang dimilikinya.

Untuk itu anak-anak perlu :

a. Belajar berbagai ADAB dalam hidup ini, agar bisa diterima  oleh lingkungan dimana mereka akan ditempatkan.

b. Belajar mengkomunikasikan semua gagasan dan ilmunya dalam berbagai cara.

3⃣  *Ranah Perubahan: FAKTOR PERUBAHAN*

Sebagai Khalifah di muka bumi ini, salah satu tugas anak-anak ketika aqil baligh nanti adalah membawa perubahan ke arah yang lebih baik terhadap apa yang dipimpinnya. Perubahan itu minimal adalah perubahan pada dirinya sendiri, karena sejatinya semua orang adalah pemimpin untuk dirinya sendiri.

Anak yang sudah paham konsep diri, memiliki kecerdasan berhubungan dengan sesama, akan selalu membandingkan dirinya hari ini dengan dirinya kemarin. Hal ini memicu perubahan pada dirinya sebelum melakukan perubahan pada orang lain.

Seseorang yang sudah bisa memimpin dirinya, membawa perubahan untuk dirinya akan bisa membawa perubahan untuk keluarganya.

Seseorang yang bisa memimpin dirinya dan keluarganya, akan dengan mudah membawa perubahan untuk masyarakat/komunitas sekitarnya.

Dengan pola ini insya Allah kita bisa mengantarkan anak-anak menuju peran peradabannya, mampu memikul kewajiban baik secara individu maupun secara sosial.

4⃣  *Ranah Spiritual : HUBUNGAN dengan PENCIPTANYA*

Ketika anak-anak memahami peran peradabannya di muka bumi ini, maka mereka akan tumbuh menjadi individu yang meletakkan ranah spiritual sebagai yang utama dan pertama dalam kehidupannya. Mereka akan kembali ke fitrah sebagai makhluk spiritual, yaitu makhluk yang   pada dasarnya menerima siapa dirinya, mampu menjadi diri sendiri sesuai dengan peran hidup dari penciptaNya, dan mampu menyelaraskan dengan kebenaran yang hakiki.

Spiritualitas yang sesungguhnya adalah kemampuan setiap jiwa untuk hidup selaras dengan Sang Pencipta, hidup sesuai dengan kehendakNya.

Dari penjelasan di atas, Semakin yakin kita bahwa "discovering ability" yang dilakukan orangtua pada anak menjadi hal penting yang harus kita lakukan dalam membersamai anak-anak. Karena hal tersebut tidak hanya berpengaruh dalam peran hidup anak secara individu saja, melainkan sangat berpengaruh terhadap perubahan peradaban umat manusia di saat anak-anak kita aqil baligh dan menjalankan peran kekhalifahannya  di muka bumi ini.

_Salam Ibu Profesional_

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

�� *Sumber Bacaan* :

_Howard Gardner, Multiple Intellegences, ISBN : 9789791208642, 2006_

_Septi Peni Wulandani,  Pola Pendidikan di Padepokan Margosari, makalah ilmiah, 2017_

Minggu, 14 Januari 2018

Bintang Keluarga #10

Hari minggu ini ditemani oleh hujan yang datang dan pergi seharian ini. Nanti lebat, sebentar gerimis, reda, lalu hujan lagi. Begitu dari pagi hingga malam. Kami sekeluarga pun mager maksimal. Kegiatan seru hari ini berlangsung di dapur saat kami beraktivitas menyiapkan makan siang. Menu kali ini adalah sop ayam, perkedel kentang, dan tempe goreng. KakakZ dan nengZ sibuk dengan pisau dan talenan, memotong kentang untuk perkedel. Abah dan bangZ sibuk menggoreng tempe. Sementara mama wira wiri menyiapkan bahan untuk sop serta sambal.

Selain untuk melatih kemandirian trioZ, bekerja di dapur juga bagian dari kegiatan 3E-nya si kakak dan nengZ. Sekarang sih masih enjoy, easy, dan earn. Belum sampai tahap excellent karena mereka masih perlu menambah jam terbang. Semoga dengan jam terbang yang semakin tinggi, bintang mereka bersinar lebih terang :)

#Day10
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Sabtu, 13 Januari 2018

Bintang Keluarga #9

Hari ini mama harus ke poli gigi di salah satu RS swasta di Samarinda. TrioZ mama antar ke rumah nenek. Mereka berada disana selama mama pergi.

Kalau kondisi trioZ tanpa ada mama-abah maka kakakZ sebagai si sulung biasanya akan menjalankan peran pengganti ortu untuk adik-adiknya. Semacam self awareness mode on. Kebetulan memang si kakak ini memiliki sifat ngemong dan suka dengan anak kecil. Jika sedang main dengan anak-anak di kompleks maka si kakak bisa jd semacam kakak pengasuh untuk anak-anak kecil yang sedang main saat itu ;)
Mama beberapa kali menerima testimoni seperti ini untuk si kakakZ.

#Day9
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Jumat, 12 Januari 2018

Bintang Keluarga #8

Saat mama ngetik tugas ini, nengZ dan bangZ sedang berlomba rol depan di atas kasur. Kalau sudah begini sampai capek baru deh bakal berhenti.

Si bungsu bangZ memiliki badan yang paling ramping diantara kami sekeluarga. Di usianya yang hampir 3 tahun ini kondisinya sedang aktif-aktifnya. Ia satu-satunya yang bisa split di rumah. Sepertinya postur tubuhnya mendukung untuk melakukan split ini.

Selain tubuhnya yang lentur, ia juga memiliki bakat WOO. Senang menyapa orang serta ramah.
Kombinasi dari bakat woo dan fisik prima membuatnya selalu minta ijin : "ma, oweh main di wuar?"

#Day8
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Kamis, 11 Januari 2018

Bintang Keluarga #7

Salah satu aktivitas 4E kakakZ adalah berdagang. Walaupun sekarang kakak sudah tidak lagi berdagang di sekolah karena mengikuti aturan dari sekolahnya namun besok adalah jadwal bussiness day untuk semua siswa di level 4. Siswa hanya boleh berdagang saat ada jadwal bussiness day ini.
Mama dan kakak telah menyiapkan rencana sejak hari selasa. Kakak ingin berjualan jelly dengan metode semi buffet. Keputusan ini diambilnya setelah melakukan survei pasar jualan paling laris di bussiness day sebelumnya ;) see... my lil girl isn't baby anymore... udah ngerti tes pasar :)
Hari ini mama belanja segala kebutuhan, lalu kami garap bersama. Besok kakak yang akan eksekusi jualan barang dagangannya.

#Day7
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Rabu, 10 Januari 2018

Bintang Keluarga #6

Si sulung kakakZ sekarang duduk di kelas 4 SD. Perubahan fisik telah nampak sejak kakZ semester 1 kelas 4 ini. Selain perubahan fisik, mama juga merasakan ada perubahan psikis pada diri kakak. Ia menjadi lebih sensitif, tidak sabaran, dan beberapa emosi negatif lainnya.

Untuk mengatasi hal ini, mama perlu bicara dari hati ke hati dengan kakZ serta menerapkan kaidah komunikasi produktif. KakZ sudah tahu batasan emosinya. Namun masih bisa lepas  kontrol. Inilah mengapa kami harus lebih sering berdialog agar kakak lebih bisa memahami emosi dalam dirinya dan bisa mengelola kanal emosi tersebut. Kadang ia hanya menginginkan waktu lebih lama bersama mama. Hmmm... sepertinya akan asyik jika kami bisa nge-date berdua saja ;)

#Day6
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Selasa, 09 Januari 2018

Bintang Keluarga #5

Si bungsu bangZ sedang menggemari segala sesuatu tentang planet. Aktivitas yang ia suka dan menguasai adalah matching game. Dengan media apapun ia senang mencocokkan apalagi jika berhubungan dengan kesukaannya. Stimulasi yang mama lakukan adalah berusaha mengenalkannya pada ranah lain walaupun masih menggunakan aktivitas mencocokkan. BangZ yang akan berusia 3 tahun masih butuh banyak stimulasi untuk mengenal banyak hal baru.

#Day5
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga