Alhamdulillah kelas Bunsay Leader#3 sudah memasuki jurnal ke-6. Setengah perjalanan sudah berhasil ditempuh, tak ayal peserta pun mulai berguguran. Semoga komitmen dan konsistensi saya bisa terus terjaga hingga jurnal ke-12.
Dalam jurnal leader level 6, kami diminta untuk merancang permainan stimulasi logis dengan memilih satu tema dari kategori berikut :
1. Permainan tanpa menggunakan alat (boleh dengan anggota tubuh).
2. Permainan menggunakan bahan alam.
3. Permainan menggunakan media permainan yang sudah ada (kartu, lego, uno, dsb).
4. Permainan menggunakan bahan/alat rumah tangga.
Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba merancang permainan dengan menggunakan bahan/alat rumah tangga. Sebelum merancang permainan yang dapat menstimulasi kecerdasan matematika anak, saya lebih dulu mencari referensi berbagai informasi dasar yang perlu saya ketahui sebelum merancang sebuah permainan. Ternyata tidak sulit, silakan browse via google dengan keyword permainan matematika, math in everyday life, kecerdasan matematika logis, dsb maka anda akan dihadapkan pada kondisi tsunami informasi ;)
Sesuai judul jurnal leader level 6 : Stimulasi Matematika Logis Melalui Permainan. Maka yang pertama kali yang harus saya ketahui adalah matematika logis itu sendiri. Para Ibu pasti sudah pernah mendengar mengenai Multiple Intelligence yang dipaparkan oleh Howard Gardner. Nah kira-kira seperti inilah pemaparan Gardner mengenai kecerdasan matematika yang dikutip dari web
p4tkmatematika.org
:
Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan
matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai
kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis,
penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta
hubungan-hubungan. Dapat diartikan juga sebagai kemampuan menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya.
Anak dengan
kemampuan ini akan senang dengan rumus dan pola-pola abstrak. Tidak hanya pada
bilangan matematika, tetapi juga meningkat pada kegiatan yang bersifat analitis
dan konseptual.
Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematik dan
kecerdasan linguistik. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau
menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan
yang timbul. Kecerdasan linguistik diperlukan untuk merunutkan dan
menjabarkannya dalam bentuk bahasa.
Masih menurut Gardner, ciri anak cerdas matematik logis
pada usia balita, anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya
seperti menjelajah setiap sudut, mengamati benda-benda yang unik baginya, hobi
mengutak-atik benda serta melakukan uji coba. Seperti bagaimana jika kakiku
masuk kedalam ember penuh berisi air atau penasaran menyusun puzzle.
Mereka juga sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan
logis dari tiap pertanyaan yang diajukan. Selain itu anak juga suka
mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan
lain-lain serta gemar berhitung.
Paragraf terakhir yang menjadi motivasi saya untuk menyelesaikan jurnal level ini karena si bungsu saya masih balita. Permainan ini saya rancang untuk dimainkan bersama BJ.
Mengutip dari web kompasiana, berikut beberapa standar matematika sekolah untuk anak usia dini yang harus di pahami diantaranya:
1. Bilangan
Mengutip dari web kompasiana, berikut beberapa standar matematika sekolah untuk anak usia dini yang harus di pahami diantaranya:
1. Bilangan
2. Aljabar
3. Penggolongan
4. Pola-pola
5. Geometri
6. Pengukuran
7. Analisis data dan probabilitas
3. Penggolongan
4. Pola-pola
5. Geometri
6. Pengukuran
7. Analisis data dan probabilitas
Permainan
permainan yang diajarkan dalam berhitung di jalur matematika untuk anak
usia dini diantaranya dapat meliputi bermain pola, bermain klasifikasi,
bermain bilangan, bermain ukuran, bermain geometri, bermain estimasi
(memperkirakan), bermain statistika.
Berdasarkan teori tersebut saya mencoba merancang permainan untuk menstimulasi kemampuan matematika logis anak.
=========================================================================
Tema Permainan : Ice Cube Game.
Alat/ Bahan :
1. Ice cube tray / cetakan es batu yang berbentuk kubus sebanyak 2 buah.
2. Pewarna makanan minimal 2 warna berbeda.
3. Gelas & sendok.
4. Wadah untuk menaruh es batu.
5. Mangkuk untuk sorting.
6. Air.
3. Gelas & sendok.
4. Wadah untuk menaruh es batu.
5. Mangkuk untuk sorting.
6. Air.
Persiapan :
1. Bunda mengajak si kecil untuk membuat es batu sehari sebelum melakukan permainan.
2. Ajak si kecil membuat larutan berwarna dengan menuangkan air pada gelas lalu menambahkan pewarna makanan secukupnya.
3. Tuangkan air berwarna pada cetakan es batu.
Permainan :
Dengan berbekal es batu berbentuk kubus ini, Bunda dapat mengembangkan 3 permainan dengan tingkat kesulitan yang bertahap.
Game 1 : Sorting Color
Langkah-langkah :
1. Keluarkan es batu dari cetakannya dan letakkan pada 1 wadah besar.
2. Siapkan 2 buah mangkuk kecil.
3. Minta si kecil untuk memisahkan warna es batu yang sebelumnya telah tercampur.
*(boleh menggunakan bantuan sendok bila dirasa terlalu dingin).
4. Bunda dapat memberikan contoh 1-2 es batu sebagai permulaan.
5. Game berakhir setelah semua es batu berhasil diklasifikasikan sesuai warnanya.
*Sebagai tambahan : Bunda bisa mengajak si kecil berhitung jumlah es batu ;)
1. Mengasah kemampuan kognitif.
2. Mengasah pola berfikir sistematis yang akan menjadi dasar kemampuan aljabar.
Game 2 : Sequence
Langkah-langkah :
1. Dari 2 wadah yang berisikan 2 warna es batu, Bunda membuat pola berdasarkan warna.
*Misal : Merah-Kuning-Merah-Kuning-Merah-.....
2. Lafalkan warna es batu sambil menyusunnya secara horizontal.
3. Ajak anak untuk menebak warna apa selanjutnya.
*Game sequence ini sangat mudah untuk divariasikan tergantung tingkat pemahaman si kecil. bila pola A-B-A-B terasa mudah maka dapat ditingkatkan menjadi pola A-A-B-A-A-B dan seterusnya... akan sangat banyak variasi yang bisa bunda kembangkan.
Melalui stimulasi ini, kelak anak akan mampu dan mudah mengerti/memahami aturan-aturan tertentu yang akan dia temui, mudah belajar membaca (sebab kata-kata yang dibaca/ditulis terdiri atas susunan huruf dengan pola tertentu), serta mudah mencerna pelajaran yang berhubungan dengan bilangan (karena sudah diperkenalkan dengan pengertian mana yang lebih kecil, lebih besar, urutan, dan seterusnya).
Game 3 : Ice Cube Tower
Langkah-langkah :
1. Bunda dapat menstimulasi si kecil agar berusaha menyusun es batu secara vertikal.
2. Bunda dan si kecil mencoba menyusun satu per satu es batu sambil berhitung hingga terbentuk menara es bahkan hingga menara tersebut roboh.
3. Bunda mengajak si kecil mencari solusi bagaimana agar menara es tidak mudah roboh?
4. Bunda dan si kecil dapat memainkan jumlah es batu pada bagian dasar agar lebih kokoh, misal menggunakan 2 atau 4 buah es batu sebagai dasar menara. Bentuk akhir menara juga bisa divariasikan apakah akan berbentuk seperti piramida ataukah tersusun menjulang keatas, bergantung pada kreativitas Bunda dan si kecil.
Manfaat :
1. Memiliki apresiasi, konsentrasi serta ketelitian yang tinggi.
2. Terlatih menciptakan sesuatu secara spontan sehingga memiliki kreativitas dan imajinasi yang tinggi.
Selain manfaat yang telah dijabarkan diatas, secara umum manfaat permainan matematika pada anak usia dini diantaranya:
1. Membelajarkan anak berdasarkan konsep matematika yang benar.
2. Menghindari ketakutan matematika sejak awal.
3. Membantu anak belajar matematika secara alami melalui kegiatan bermain, bercerita, dan bernyanyi.
Bunda, yuk bermain bersama si kecil :)
3. Tuangkan air berwarna pada cetakan es batu.
image source : https://plowingforward.wordpress.com
Permainan :
Dengan berbekal es batu berbentuk kubus ini, Bunda dapat mengembangkan 3 permainan dengan tingkat kesulitan yang bertahap.
Game 1 : Sorting Color
Langkah-langkah :
1. Keluarkan es batu dari cetakannya dan letakkan pada 1 wadah besar.
2. Siapkan 2 buah mangkuk kecil.
3. Minta si kecil untuk memisahkan warna es batu yang sebelumnya telah tercampur.
*(boleh menggunakan bantuan sendok bila dirasa terlalu dingin).
4. Bunda dapat memberikan contoh 1-2 es batu sebagai permulaan.
5. Game berakhir setelah semua es batu berhasil diklasifikasikan sesuai warnanya.
*Sebagai tambahan : Bunda bisa mengajak si kecil berhitung jumlah es batu ;)
image source : http://www.familyfecs.com
Manfaat :1. Mengasah kemampuan kognitif.
2. Mengasah pola berfikir sistematis yang akan menjadi dasar kemampuan aljabar.
Game 2 : Sequence
Langkah-langkah :
1. Dari 2 wadah yang berisikan 2 warna es batu, Bunda membuat pola berdasarkan warna.
*Misal : Merah-Kuning-Merah-Kuning-Merah-.....
2. Lafalkan warna es batu sambil menyusunnya secara horizontal.
3. Ajak anak untuk menebak warna apa selanjutnya.
*Game sequence ini sangat mudah untuk divariasikan tergantung tingkat pemahaman si kecil. bila pola A-B-A-B terasa mudah maka dapat ditingkatkan menjadi pola A-A-B-A-A-B dan seterusnya... akan sangat banyak variasi yang bisa bunda kembangkan.
image source : http://thejuise.blogspot.com
Manfaat :Melalui stimulasi ini, kelak anak akan mampu dan mudah mengerti/memahami aturan-aturan tertentu yang akan dia temui, mudah belajar membaca (sebab kata-kata yang dibaca/ditulis terdiri atas susunan huruf dengan pola tertentu), serta mudah mencerna pelajaran yang berhubungan dengan bilangan (karena sudah diperkenalkan dengan pengertian mana yang lebih kecil, lebih besar, urutan, dan seterusnya).
Game 3 : Ice Cube Tower
Langkah-langkah :
1. Bunda dapat menstimulasi si kecil agar berusaha menyusun es batu secara vertikal.
2. Bunda dan si kecil mencoba menyusun satu per satu es batu sambil berhitung hingga terbentuk menara es bahkan hingga menara tersebut roboh.
3. Bunda mengajak si kecil mencari solusi bagaimana agar menara es tidak mudah roboh?
4. Bunda dan si kecil dapat memainkan jumlah es batu pada bagian dasar agar lebih kokoh, misal menggunakan 2 atau 4 buah es batu sebagai dasar menara. Bentuk akhir menara juga bisa divariasikan apakah akan berbentuk seperti piramida ataukah tersusun menjulang keatas, bergantung pada kreativitas Bunda dan si kecil.
image source : colorbox
Manfaat :
1. Memiliki apresiasi, konsentrasi serta ketelitian yang tinggi.
2. Terlatih menciptakan sesuatu secara spontan sehingga memiliki kreativitas dan imajinasi yang tinggi.
Selain manfaat yang telah dijabarkan diatas, secara umum manfaat permainan matematika pada anak usia dini diantaranya:
1. Membelajarkan anak berdasarkan konsep matematika yang benar.
2. Menghindari ketakutan matematika sejak awal.
3. Membantu anak belajar matematika secara alami melalui kegiatan bermain, bercerita, dan bernyanyi.
Bunda, yuk bermain bersama si kecil :)
Wassalamu'alaykum wa rohmatullahi wa barokatuh.
Referensi :
1. http://p4tkmatematika.org/2008/11/mengasah-kecerdasan-matematis-logis-anak-sejak-usia-dini/
2. http://www.hobo18.com/2016/08/permainan-kreativitas-paud-untuk.html
3. http://nakita.grid.id/read/026791/anak-senang-mengurutkan-sesuatu-dan-mengelompokkan?page=all
4. https://stayathomeeducator.com/the-bennefits-of-sorting-activities/
5. https://www.kompasiana.com/erminurcholimah/56f21b2ac222bd221c0871ff/pengenalan-matematika-pada-anak-usia-dini
#JurnalBelajar
#BunsayLeader
#Level6
#IbuProfesional




Tidak ada komentar:
Posting Komentar