Senin, 20 Januari 2020

jurnal tahapan emosi

Bismillahirrohmannirrohiim....

Alhamdulillah, pada postingan kali ini saya sedang berada di kelas ulat-ulat. Artinya telur-telur yang saya posting sebelumnya telah menjadi ulat kecil yang lapar. Kelas ulat-ulat ini menghidangkan banyak sekali dedaunan untuk disantap. Setiap mahasiswi menyetorkan ilmu yang telah dipelajarinya dan mahasiswi lain diperbolehkan untuk mengadopsi sumbernya dan ikut belajar topik yang sama. Masyaallah, kelas yang luar biasa dengan mahasiswi yang sangat antusias ;)

Topik pertama yang saya pelajari adalah manajemen emosi. Saya belajar melalui platform youtube. Materinya adalah "Mengenal dan Mengelola Emosi" yang disampaikan oleh dr. Aisah Dahlan saat kajian di masjid Al Aqsha dan dipublish oleh akun cukupgue official.

dr. Aisah Dahlan memaparkan materi dengan lugas dalam suasana santai diiringi dengan guyonan-guyonan ala beliau sehingga membuat saya serasa turut hadir dalam kajian tersebut, ikut belajar dan tergelak mendengar guyonan beliau. Dari materi kali ini, saya mendapatkan ilmu tentang :

+ Asal kata emosi , yaitu movere yang artinya bergerak, dtambah awalan e- sehingga artinya bergerak menjauh.
ingatkah hadist Rasulullah tentang merubah posisi ketika sedang marah?

Dari Abu Dzar al-Gifari bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri maka hendaknya dia duduk, kalau kemarahannya belum hilang maka hendaknya dia berbaring”  
HR Abu Dawud (no. 4782), Ahmad (5/152) dan Ibnu Hibban (no. 5688), dinyatakan shahih oleh imam Ibnu Hibban dan syaikh al-Albani.

Pembahasan beliau ketika membuka kajian ini membuat saya jatuh cinta karena korelasi antara logika dan islami sangat erat, hingga saya memutuskan untuk menonton berulang kali. 

+ Sistim Limbik, ada 4 bagian otak yang dipaparkan yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), otak mamalia (yang mengatur emosi) dan otak reptil (untuk fight or flight).
Pemaparan beliau dengan pendekatan sains ini memudahkan saya dalam memahami materi secara logis.

+  Ada 9 tingkatan emosi yang dipaparkan beliau, saya paparkan kurang lebih seperti ini :
+ Tingkatan emosi ini harus dilalui bertahap menuju ke atas. Pertama kali kenali dulu dimana emosi kita lalu secara bertahap melakukan teknik/cara mengelola emosi sehingga emosi kita meningkat menjadi lebih baik. Menurut dr. aisah banyak sekali kegunaannya jika kita bisa menguasai level emosi ini. Selain berguna untuk mengelola emosi diri sendiri kita juga bisa membantu orang lain untuk mengelola emosinya.

+ Teknik mengelola emosi yang pertama dipaparkan dr. aisah adalah dengan mengucap istigfar. Ternyata setelah diteliti, kalimat istighfar-lah yang dapat menghasilkan asupan oksigen paling banyak. Selain kalimat istighfar bisa pula dengan mengucap kalimat tahlil.

Cara mengelola emosi secara umum adalah dengan mengatur nafas dan bernafas dalam (deep breathing) agar asupan oksigen yang masuk lebih banyak. Mengutip dari artikel di kompas.com : "Menurut Prof. Vinod, bernapas dalam, memungkinkan pasokan oksigen ke otak, sistem saraf dan seluruh tubuh tercukupi. “Akibatnya kita menjadi tenang, bahagia, dan merasakan nikmat yang luar biasa."
Islam telah mengajarkan makhrojul huruf, sehingga jika pengucapan istighfar kita benar maka asupan oksigen kita juga terjadi dalam jumlah yang besar yang dapat disetarakan dengan bernafas dalam.

Teknik mengelola emosi yang kedua adalah dengan tersenyum selama 7 detik :) pada detik ke-8 otak akan mengeluarkan dopamine yang dapat membuat bahagia.

+ dr. Aisah memberikan 3M sebagai cara untuk mengelola emosi :
1. Mengakui emosi kita.
2. Meninta kepada Allah agar diangkat tingkatan emosi kita.
3. Meminta apa yang kita harapkan pada Allah (berdoa).

bagian selanjutnya dari video adalah penjelasan dr. Aisah Dahlan mengenai makbulnya doa yang diumpamakan beliau dengan "sinyal". 

Alhamdulillah, dengan menonton video tersebut saya mendapatkan ilmu manajemen emosi yang saya cari. Semoga panduan 2 dan jurnal yang saya buat ini dapat menjadi "makanan" bagi ulat teman-teman yang lain. 
Saya juga mendapat rekomendasi dari teman-teman sekelas untuk menambah ilmu manajemen emosi ini dari cik gu Okina Fitriani founder Enlightening Parenting. Insyaallah akan menjadi bahan belajar dan jurnal berikutnya ;) 

IPers mesti tahu quotes dari pak Dodik tentang berbagi kebahagiaan, bukan berbagi beban. Nah di video ini dr. Aisah dahlan juga sempat mengucapkan kalau laki-laki itu mengikuti perasaan perempuan. Jadi jika kita bahagia menjalani peran kita, maka suami dan anak juga turut bahagia.

Barakallahu fiik...

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Sumber Rujukan :

1. https://muslim.or.id/6169-atasi-marahmu-gapai-ridho-rabbmu.html diakses tanggal 21 Januari 2020 pukul 11.00 WITA.
2. https://id.wikipedia.org/ diakses tanggal 21 Januari 2020 pukul 11.50 WITA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar