Selasa, 16 Juni 2020

check in mentorship

It's check in time!!!

Check in bagaikan proses refleksi diri sebagai mentor maupun mentee terhadap program mentorship yang sedang dijalani ini.

Saya menerima beberapa pertanyaan dari mentee saya, dan saya pun memberikan beberapa pertanyaan kepadanya. Inilah cara yang menurut kami nyaman dan memudahkan kami berdua untuk melakukan proses check ini ini. Insyaallah program mentorship kami yang bertemakan slow jogging ini masih on track dengan keinginan kami mewujudkan diri dan keluarga yang sehat 😊

Sementara itu, proses check ini bersama mentor saya dilalui via telepon whatsapp. Beliau lebih nyaman dengan telepon atau video call daripada text wa/ chat messenger dna hal ini todka menjadi masalah untuk saya. Kami melakukan revisi jadwal diskusi agar tidak mepet waktu mengerjakan jurnalnya. Selain itu kami juga bertukar pengalaman apa yang sudah dilakukan dan apa yang bisa dilakukan lebih baik lagi.

Refleksi saya pribadi selama menjalankan mentorship program kelas bunda cekatan ini saya menjadi lebih tertarik dan intens mempelajari tentang menjaga kesehatan diri dan mengelola keuangan keluarga. 

Alhamdulillah dengan adanya mentor membuat saya seperti memiliki tempat untuk mengadu πŸ˜„ dan mentor saya yang baik ini tidak pernah menjustifikasi kesalahan saya, ia akan balik mendongengi saya tentang "sate super" pengalamannya yang kurang lebih sama dengan saya sekarang dan berhasil dilaluinya dengan baik. Setelah melakukan check in kami merasa satu frekuensi dan menguatkan saya bahwa saya on track 😊

#jurnal4
#kelaskupu-kupu
#bundacekatan
#ibuprofesional


Senin, 08 Juni 2020

Mentorship Goals

Bismillahirrohmanirrohim...
Setelah libur panjang idul fitri 1441 H selama kurang lebih 2 minggu, akhirnya bisa merasakan kembali kebersamaan menuntut ilmu dengan teman-teman di kelas buncek ini. Materi minggu ketiga ini membahas tentang goals dari program mentorship, lebih tepatnya tentang tujuan dan rencana seorang mentee.

Bu Septi mendongengkan 3 langkah yang perlu dijalankan di minggu ini, yaitu :

1. Menyusun kembali skala prioritas dengan melihat kembali mind map yang telah dibuat di kelas telur-telur. Dari mindmap, saya memberi prioritas utama pada cabang sehat finansial dengan sub cabang keuangan keluarga.

2. Menyusun tujuan. Dengan melihat skala prioritas, cukup mengambil 1 bidang yang ingin ditekuni sampai cekatan. Saya pribadi telah memilih manajemen keuangan keluarga sebagai bidang yang ingin saya tekuni bersama mentor saya.

3. "Tujuan tanpa rencana tidak akan menjadi hal nyata". Inilah saatnya menjabarkan rencana aksi kita 😊 Action plan yang dibuat oleh dan untuk diri sendiri itu memang asyik dan melenakan 🀭 kita yang membuat rencana aksi, kita pula yang menentukan tenggat waktunya. Disinilah peran mentor sangat diperlukan sebagai orang luar yang melihat dari sudut pandang lain, berdiskusi asyik, serta memberikan umpan balik.

Setelah berdiskusi dengan mentor. Saya jadi tahu harus memulai dari mana. Penjelasan mentor saya jelas dan terarah sehingga memudahkan saya dalam memahami alur program mentorship ini.

Sementara itu, hasil diskusi saya bersama mentee juga berlangsung dengan baik. Mentee mulai tertarik mempelajari lebih dalam lagi seputar teknik-teknik slow jogging serta mulai mempraktekkannya di rumah. Insyaallah peran saya sebagai mentor disini juga sebagai partner belajar mb mella 😊

#jurnal3
#tahapkupu-kupu
#bundacekatan
#ibuprofesional


Jumat, 15 Mei 2020

mentorship week 2

Bismillahirrohmanirrohim...

Alhamdulillah diingatkan oleh mentor tentang jadwal pengumpulan jurnal kedua ini. Nyaris saja terlewat 😭

Mentorship minggu kedua diisi dengan assess your skill. Dimana mentor dan mentee saling bertukar pikiran mengenai program mentorshipnya untuk mengukur kedalaman pengetahuan awal masing-masing.

Pengalaman menjadi mentor untuk minggu ini saya berhasil video call dengan mentee saya, mba mella. Alhamdulillah bisa bertukar sapa melalui video call, sempat melihat baby barunya mb mella. Dari screening awal didapatkan hasil bahwa mb mella adalah pemula yang ingin mengenal slow jogging karena berpikir itulah olahraga yang dapat dilakukannya pasca melahirkan.

Sementara itu, pengalaman menjadi mentee berjalan dengan baik melalui messenger. Walaupun kami belum sempat video call. Namun kami merasa satu frekuensi mengenai program mentorship keuangan keluarga ini. 

Hawa liburan yang mulai merebak ternyata hampir melenakan jadwal pengumpulan jurnal saya.

Semoga bisa terus konsisten hingga minggu kedelapan nanti.

#jurnal2
#kelaskupu-kupu
#bundacekatan
#institutibuprofesional

Kamis, 07 Mei 2020

Mentorship Program Kelas Kupu-Kupu

Bismillahirrohmanirrohim...

Alhamdulillah setelah sebulan menjadi kepompong akhirnya berhasil bertransformasi menjadi kupu-kupu muda. Di kelas kupu-kupu ini kami belajar sambil bermain dengan konsep mentorship yang diprakarsai oleh facebook. Program mentorship ini didesain selama 8 minggu tanpa jeda. Facebook memberikan arahan mengenai aktivitas apa saja setiap minggunya dengan jelas.

Di minggu pertama ini, seluruh mahasiswa buncek tahap kupu-kupu diminta menjadi mentor sekaligus mentee. Perjalanan membranding diri, berkenalan dengan mahasiswa lain, serta bersepakat menjadi mentor/mentee akan dituangkan kisahnya dalam jurnal pertama ini.

Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari mentor. Setelah scroll up and down akhirnya saya memutuskan memperkuat cabang sehat finansial dari mind map saya. Kali ini saya ingin cekatan dalam bidang pengelolaan keuangan keluarga. Alhamdulillah saya mendapat mentor mba Oktalia lucky wirawan dari IP Malang. Mba Lucky yang telah 3 tahun menerapkan program pengelolaan keuangan keluarga ini bersedia membimbing saya menjadi menteenya.

Setelah posisi saya sebagai mentee aman. Saatnya saya membranding diri saya, saya menawarkan program mentorship seputar kesehatan dan olah raga (lebih spesifiknya adalah slow jogging). Ternyata bidang olah raga ini masih sepi peminat πŸ˜” saya sempat galau ketika hampir semua teman dari regional sudah memiliki mentee sementara saya belum. 

Selama masa galau tersebut saya menerima masukan dari mentor dan juga kahima regional. Dimana saya disarankan untuk membahasakan slow jogging agar lebih mudah dipahami. Sementara dari kahima menawarkan opsi untuk beralih menawarkan bidang lain yang saya kuasai.

Alhamdulillah setelah menanti beberapa hari, saya menerima messenger dari mba Mella putri widhiastuti dari IP Tangkot yang bersedia belajar slowjogging bareng saya. Kondisi mba Mella yang baru 2 minggu lalu melahirkan secara SC, sementara badannya sudah terbiasa olahraga aerobik dan yoga membuatnya ingin belajar olahraga lain yang sekiranya mampu dijalaninya sendiri di rumah.

Harapannya saya bisa mengikuti program mentorship ini secara lengkap dari pandangan seorang mentor juga mentee. Alhamdulillah... insyaallah... Minggu pertama masa berkenalan telah kami lalui... Siap menanti cerita kedua dan menjalani minggu kedua dengan senang hati 😊

#jurnalke1 
#tahapkupukupu
#buncek1 
#institutibuprofesional

Jumat, 24 April 2020

ikhlas is a key to happiness

Bismillahirrohmanirrohiim...
Alhamdulillah kelas kepompong bunda cekatan telah usai. Selebrasi telah dilakukan bersama bu septi dan pak dodik kemarin via live FB. Sekarang tinggal menunggu pengumuman apakah berhasil bertransformasi menjadi kupu-kupu cekatan setelah puasa kepompong selama 30 hari.

Jurnal terakhir di kelas kepompong ini akan menceritakan flash back perjalanan saya di kelas kepompong bunda cekatan.

Surat cinta dari bu Septi kami terima pada tanggal 19 Maret 2020. Beliau membawa kejutan dengan pola permainan yang baru di kelas kepompong ini. Kami diminta berpuasa dari hal-hal yang membuat tidak fokus serta menantang diri sendiri melakukan hal yang ingin dikuasai. Kedua hal inilah yang menjadi fokus kami selama 30 hari di kelas kepompong.

Puasa minggu pertama, saya ingin fokus mengurangi kebiasaan menonton video singkat di FB.
Puasa minggu kedua, saya mengambil tema baru yaitu puasa mager dengan tetap melanjutkan puasa video singkat fb.
Puasa minggu ketiga, selain tetap melanjutkan tema puasa sebelumnya, saya menambahkan tema puasa menuntut.
Puasa minggu keempat, semakin dekat lebaran, tersisa 4 hari puasa. Saya melatih diri agar bisa ikhlas. 

Hal yang saya sadari pertama kali saat mengedit canva perolehan badge puasa saya adalah : saya menjadi terbiasa puasa menonton video singkat fb. Itu tema pertama puasa saya dan setelah 4 minggu kebiasaan menonton video singkat ini berkurang drastis bahkan tidak menonton pun rasanya tidak apa-apa 😊 oleh karena itu saya mulai menghapus indikator less ad vid pada perolehan badge saya.
Saat wrap up jurnal puasa ini, saya menemukan quote "Secret to happiness is in 3 things : Sabr, Shukr, and ikhlas." Quote ini mengingatkan sya dengan #janganlupabahagia yang selama ini digaungkan di kelas bunda cekatan ini. Alhamdulillah sejauh ini saya masih on track 😁

Sementara dalam menjalani tantangan 30 hari kelas kepompong ini, saya mengambil cabang mind map sehat finansial, dimana saya ingin melatih diri saya agar bisa cekatan dalam berjualan. Bagi saya pribadi yang tidak memiliki bakat seller, berjualan adalah hal yang sulit dan tidak saya sukai ✌️ tapi... Semangat IPers kembali terngiang-ngiang for things to change, i must change first!!!
Oke, inilah saatnya bergerak ke zona belajar meninggalkan zona nyaman yang melenakan. Bismillah saya putuskan tantangan 30 hari saya adalah posting jualan via sosmed. Taraa... Inilah hasilnya 
bisa dilihat klo badgenya masih warna warni 😁 konsistensi masih perlu dilatih, bahkan pesan pak dodik berlatihlah sampai 90 hari agar menjadi kebiasaan.
Hal yang baik yang terjadi adalah kejujuran terhadap diri sendiri serta tahu dimana harus memperbaiki kekurangan diri sendiri. Yes! Beginilah cara kami mahasiswi Institut Ibu Profesional menghargai usaha belajar kami selama ini. Sesederhana inilah selebrasi lebaran kepompong kami namun sarat makna refleksi.

Selamat lanjut ke kelas kupu-kupu wahai teman-teman sekelas πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹

#janganlupabahagia
#jurnalpuasa4
#kelaskepompong
#bundacekatan
#institutibuprofesional


Jumat, 17 April 2020

Puasa Menuntut

Bismillahirrohmanirrohiim...

Alhamdulillah puasa minggu ketiga telah terlewati dengan baik. Selain masih melanjutkan puasa minggu ke-1 dan ke-2 di minggu ke-3 ini ada parameter baru yaitu puasa menuntut. Fitrahnya manusia ketika ada keinginannya yang belum terpenuhi maka akan kecewa hingga wajahnya merengut ☹️ inilah puasa yang saya jalankan di minggu ketiga ini, puasa menuntut agar tak merengut πŸ˜‰

Pandemi covid-19 yang berlangsung sejak 2 Maret 2020 hingga saat ini, kurang lebih sudah 1,5 bulan anak-anak dan suami menghabiskan waktu lebih banyak di rumah membuat kami terbiasa dengan rutinitas harian baru. TrioZ mulai terbiasa mencuci pakaiannya sendiri, kami jadi lebih sering bermain dan olahraga bersama, sholat dan mengaji bersama, segala suka duka selama pandemi covid-19 kami lalui bersama berlima πŸ–️
Gesekan antar kami berlima pasti ada. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap tidak menuntut terhadap satu sama lain. Lebih peka dan tenggang rasa menjadi modal kami selama #dirumahaja.

Mulai minggu kedua April ini pak suami memulai program "kencangkan ikat pinggang". Setelah membaca prediksi para ahli mengenai dampak pandemi ini maka kami mengambil sikap mengerem pengeluaran dan berusaha mencari penghasilan lain. Jika awal-awal libur kemarin trioZ masih difasilitasi dengan jajanan maka sekarang sudah jauh berkurang. Alhamdulillah trioZ maklum dan ikut menyukseskan program ini. 
Disinilah saya melatih diri saya dengan puasa menuntut agar tak merengut.

Tantangan 30 hari saya adalah rajin posting jualan. Memasuki minggu ke-3 diri ini diuji dengan konsistensi. Ketika terlena dengan rutinitas harian bersama, tantangan pun terlupakan sejenak sehingga harus rapel setoran ✌️

Alhamdulillah, puasa dan tantangan yang saya jalankan selama kelas kepompong bunda cekatan ini sejalan dengan program keluarga saya. Semoga saya menjadi lebih cekatan dalam hal berjualan 😁

#janganlupabahagia
#kelaskepompong
#bundacekatan
#ibuprofesional

Selasa, 07 April 2020

puasa mager πŸ˜‰

Bismillahirrohmannirrohim...
Alhamdulillah telah melewati 14 hari puasa. Di minggu kedua ini puasa saya adalah puasa malas gerak dan melanjutkan program puasa pertama yaitu puasa nonton video singkat di fb.

Sejak wabah covid-19 merebak, anak-anak libur sekolah, sosial distancing, dsb saya jadi tidak pernah lagi slow jogging di taman samarendah ataupun kompleks islamic center. Adaa aja alasan males keluar rumah utk jogging πŸ™„ bahkan app google fit sudah sering mengingatkan untuk menurunkan target harian saya 😜
Hal inilah yang melatarbelakangi puasa mager saya ✌️

Nah seminggu puasa mager, kira-kira segini pencapaian saya :
Badge excellent harusnya bisa saya dapatkan kemarin ketika gfit memberikan notice :
sayangnya sudah lewat masa puasanyaπŸ˜…
Tapi tetep dong ini achievement saya πŸ‘

Kenapa sih puasa mager? Kan gak ada hubungannya dengan challenge 30 hari posting jualan.
Sebenernya ada challenge sebelumnya dari keluarga senior kebal "from walk to 5K" harusnya di bulan April ini kami akan virtual run menyelesaikan 5K. Namun sepertinya harus tertunda kerena pandemi covid-19 ini.

Memasuki pekan ke-3 saya sudah menyiapkan program puasa baru dengan berusaha tetap melanjutkan puasa pekan 1 dan 2. Puasa pekan 1 bertujuan agar lebih fokus jualan saat bermedsos. Puasa pekan 2, saya ambil dari cabang keluarga sehat. Puasa pekan 3 ini akan saya ambil dari cabang manajemen emosi. Insyaallah setiap program puasa memiliki tujuan agar lebih cekatan di bidang yang telah dipilih. Semoga saya dapat istiqomah hingga menjadi kupu-kupu cekatan 😊

#janganlupabahagia
#kelaskepompong
#bundacekatan
#ibuprofesional