Sabtu nan kelabu karena seharian ini hujan. Trio Z akhirnya hanya bisa main di dalam rumah. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi rumah ketika mereka bermain??? Luarrr biasa :D
Si bungsu Z punya kebiasaan menghambur mainannya dulu baru dimainkan. Makanya mainan khusus punya si bungsu ini selalu dipacking dalam wadah sendiri. Setelah bosan dengan figurine hewan-hewannya, si bungsu beralih ke busy bag. Seluruh bagian permainan dalam busy bag dikeluarkan semua baru dimainkan. Duh.. manik-manik kecil, pipe cleaner, kartu-kartu, semuanya sudah keluar dari plastiknya. Setelah itu si bungsu sibuk main dengan kakak-kakaknya. Mama baru tersadar kalau si bungsu sudah mengeluarkan 2 kategori mainan tanpa membereskan mainan pertamanya. Alhasil mainan figurine hewan dengan bagian-bagian busy bag tercampur di lantai. Disinilah emosi mama diuji :) Mama harus bisa memberikan informasi dengan menggunakan metode KISS yang dibarengi dengan kaidah 7-38-55.
Kaidah 7-38-55 merupakan persentasi hasil komunikasi yang dapat diterima oleh seseorang. Hanya 7% komunikasi dapat diterima jika hanya menggunakan kata-kata, sementara penerimaan lebih besar persentasenya jika dibarengi dengan intonasi yang tepat (38%) dan bahasa tubuh (55%).
Dalam berkomunikasi dengan si bungsu yang baru berusia 2 tahun, kaidah ini harus saya terapkan, mengingat si bungsu ini cepat dalam meniru tingkah laku. Si bungsu memang belum fasih berbicara namun sudah mengerti bila diajak berbicara dan bisa berkomunikasi dengan caranya sendiri.
Akhirnya mama mengajak si bungsu berkomunikasi agar mau membereskan mainannya dengan terlebih dahulu memilah berdasar kategori mainannya.
Mama : "bang, kita beresin mainannya yuk!" Mama sambil memegang box tempat figurine dan bag tempat busy bagnya.
Alhasil mama dicuekin karena si bungsu masih asik meronce dengan pipe cleaner.
Mama pun berkomunikasi dengan kakak-kakak.
Mama : "kak, kita mau ke rumah nenek 1 jam lagi. Sebelum pergi rumahnya harus diberesin dulu. Mau diberesin sekarang atau masih mau main?"
Kakak-kakak yang senang karena mau diajak jalan akhirnya memilih stop bermain dan bersiap-siap untuk ke rumah nenek.
Bala bantuan datang dari kakak-kakak yang sudah selesai main. Si sulung merapikan kertas dan bukunya sementara si tengah membantu membereskan mainan figurine hewan milik si bungsu. Mama merapikan mainan busy bag sesuai kategorinya. Sambil mama membujuk si bungsu untuk merapikan mainannya lagi.
Mama : "bang, kita mau ke rumah nenek. Yuk simpunin dulu mainannya!"
Dan ternyata si bungsu pun mengambil plastik dan memasukkan manik-manik yang tadi dimainkannya.
Ternyata untuk si bungsu lebih efektif bila komunikasi dilakukan dengan intonasi dan bahasa tubuh yang tepat daripada hanya sekedar kata-kata.
Dengan komunikasi produktif rumah kembali rapi, anak senang, puasa aman :)
#level 1
#day 3
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar