Kamis, 30 November 2017

TrioZ and Math #8

Hari ini mama belanja bulanan ke 2 tempat. Swalayan era dan indomaret. Kok ribet sih gak di satu tempat aja? Maklumlah mama tergolong emak-emak super irit. Dimana ada yang lebih murah bakal dijabanin deh ;)

Belanja part 2 bersama kakakZ yang baru pulang sekolah. Nah sesampainya di rumah mama curcol sambil niatnya mengetes kepekaan logika kakZ.

Jadi ceritanya tadi pagi mama beli sampo clear ukuran 120 ml dengan harga 21 ribu rupiah. Saat belanja part 2 mama menemukan sampo clear ukuran 340 ml dengan harga 24 ribu. See the problem? Wajar kan kalau mama curcol sama kakakZ. Walaupun dengan polosnya kakZ tidak paham 100% isi curcol dan penjelasan dari mama :'(

Jadi gini kak... mama beli 2 sampo clear ini. Yang kecil harganya 21 ribu, yang besar 24 ribu. Memang harga yang kecil lebih "murah" dibanding yang besar tapi sebenarnya lebih "murah" beli yang besar sekalian. Nah pada penggunaan kata "murah" inilah yang membuat kakak gagal paham maksud mama.
Mari kita latihan terus ya kak ;)

#Day8
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Rabu, 29 November 2017

Jurnal Komunikasi Produktif

Aha! Momen mengenai komprod ini malah mama alami setelah mendapat materi #1 komunikasi produktif.

Saat itu masih bulan syawal. Kejadiannya dini hari saat sedang sahur karena berniat ingin puasa syawal. Bapak yang sudah tunai puasa syawalnya bangun belakangan menjelang subuh. Saat bapak menuju meja makan, tak lama kemudian mama bangkit. Sebenarnya tidak ada maksud menghindari bapak tapi truly karena makannya sudah selesai jadi dibereskan ke cucian piring. Mungkin bapak sedang sensitif karena baru bangun tidur. Akhirnya mama didiemin selama 3 hari :(

Di hari ketiga akhirnya bapak cerita mengenai aksi diamnya. Setelah refleksi akhirnya mama sadar banyak kaidah komunikasi produktif yang mama langgar. Penyebab utamanya adalah pelanggaran kaidah 7-38-55. Dari sikap mama yang langsung bangkit setelah makan sementara bapak baru duduk ternyata lebih membekas daripada chit chat kami yang tidak seberapa.
Setelah itu ada juga kaidah C2C clear and clarify. Selama 3 hari diam-diaman itu mama tidak berusaha C2C dengan bapak.

Ini aha! Momen plus false celebration buat mama. Sampai sekarang pun tak terlupakan. Dari pengalaman ini mama belajar bahwa  ego bisa menjadi tantangan terbesar dalam berkomunikasi produktif dengan pasangan. Berpegang erat pada motto materi#1 i'm responsible for my communication result ternyata cukup ampuh untuk mengendalikan ego. It works in me ;)

TrioZ and Math #7

Sore ini bangZ mau diajak belajar angka. Mama menggunakan kartu angka dan pom pom. Awalnya kami bermain dengan pompom. Dilempar seperti bola, disusun memanjang seperti kereta api sambil dihitung berapa banyak pom pomnya. Akhirnya kartu angka mama keluarkan dan mencontohkan ke bangZ untuk menyamakan banyak lingkaran hitam pada kartu dengan pom pom. Cukup bertahan hingga angka 5. Setelah itu deretan pom pom pun berubah menjadi kereta api lagi :)

#Day7
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Selasa, 28 November 2017

TrioZ and Math #6

Semangat jajan nengZ sedang membara. Beberapa hari ini selalu minta uang untuk jajan.  Akhirnya mama minta ia untuk ambil sendiri uang receh dari dalam tabungan mama. NengZ bisa membedakan angka pada uang koin 100, 200, 500, 1000. Tapi ia belum paham arti nominal uang.

Oke lah... singkat cerita ia berinisiatif membagi 2 sama banyak (dalam hal jumlah, bukan nominal) satu bagian untuk dirinya dan sebagian lagi untuk mama. Awalnya ia membagi dengan sembarangan, sambil membagi, sambil membilang 1, 2, 3, 4, dst. Namun ia belum puas dengan hasilnya karena satu bagian lebih banyak dan sebagian lainnya lebih sedikit.

Akhirnya mama contohkan dengan menyiapkan 2 tempat (tabungan dan alas) sebagai tempat meletakkan koin hasil pembagian (duh bahasanya...) mama contohkan dengan meletakkan satu koin pada masing-masing tempat sambil membilang 1. Mama cukup mencontohkan sampai bilangan 2 dan sisanya dilanjut oleh nengZ sendiri. Pembagian koin berakhir pada bilangan 18 di satu tempat (yang berarti koin berjumlah ganjil). Ternyata ada satu buah koin permainan zona 2000 yang terselip. Koin itu mama eliminir sehingga didapatkan hasil sama banyak 17 buah koin untuk masing-masing wadah.

Setelah itu mama minta nengZ untuk memilih ingin koin yang ada di tempat yang mana yang ingin dimilikinya? Tidak sulit baginya mementukan pilihan karena ia tau jumlah koinnya sama banyak sehingga ia merasa pembagian sudah adil.

Alhamdulillah... nengZ dapat cara baru belajar membagi sama banyak dengan cara yang menyenangkan.

#Day6
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Senin, 27 November 2017

TrioZ and Math #5

Hari ini nengZ beraktivitas sendiri. Tandem setianya si abangZ lagi mager bahkan mandi pun dia ogah.

NengZ request belajar menuang air. Mama siapkan di dalam tray: 2 botol plastik, 2 macam sendok tuang, 1 corong, dan sebaskom kecil air.

NengZ pun mulai asyik tuang menuang air yang diberinya pewarna ungu. Mama sambil lalu bertanya : "butuh berapa gayung supaya botolnya bisa penuh?". Maksud mama sih supaya neng mengisi botol sambil menghitung. Tapi malah yang dilakukan neng membuat mama terpana. Botol berisi penuh air yang sedang dipegangnya mulai dituangkan ke gayung kecil lalu ke baskom sambil menghitung :) hasilnya 5. Oke... mama pikir itu karena neng tidak penuh mengisi gayungnya sehingga jumlahnya lebih 1.
Mama pun mengapresiasi nengZ yang telah sampai di tujuan akhir walau menempuh jalan yang berbeda dari yang mama berikan.
Duh ini Aha! Moment banget deh ;)

Selain itu ketika mama kembali dari dapur nengZ dengan bangga berucap "ma, ini dua-duanya 8 gayung" sambil menunjukkan 2 botol yang sudah penuh. Ternyata ia mengulang kegiatan tuang menuang ke dalam botol dengan menggunakan gayung. Tak cukup 1 botol. Ia pun menyakinkan diri dengan mengerjakan 2 botol. Hingga didapatkanlah hasil 8 gayung :D

Inilah indahnya self correction ala metode montessori :)

Seandainya tadi saat neng salah malah mama nyinyirin mungkin ia tidak akan sampai pada hitungan 2 botol = 8 gayung kecil.

#Day5
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Minggu, 26 November 2017

TrioZ and Math #4

Kali ini mama mau cerita pengalaman belanja mainan anak sesuai budget. Anak-anak kalau sudah diajak ke toko mainan mesti kalap, semua pengen dibeli, belum lagi klo pake drama hingga tantrum... duh gak sanggup deh :(

Mama dan trioZ pergi ke toko mainan gama di mal lembuswana. Dari rumah kami sudah briefing mengenai pembagian budget untuk masing-masing anak. Tujuan utama kami adalah membeli mobil remote control untuk bangZ. Budget total rp. 250.000. Nah dari sini kami mulai berdiskusi beberapa rencana untuk menggunakan budget 250 ribu ini.

Rencana A : budget habis untuk membeli mobil remote.

Rencana B : membeli mobil remote dan masih ada sisa dari budget. Sisa budget inilah yang akan digunakan oleh kakakZ dan nengZ untuk membeli barang wishlist mereka ;)

Dan tentu saja they stick to plan B. Dari rencana B inilah kemampuan hitung cepat kakZ akan diuji.

Gimana proses belanja kami? Seru banget dan gak pake tantrum. Sesuai rencana, kami mencari mobil remote sesuai request bangZ. Ternyata harganya rp. 130.000. Wah kakZ langsung berbinar-binar. Masih tersisa hampir setengah dari jumlah budget awal. BangZ dan nengZ memilih menggunakan jatah mereka untuk membeli mainan. NengZ pun belajar untuk memilih mainan yang sesuai budget. Sementara kakZ memilih membeli ATS di gramedia.

Ini catatan pengeluaran kami :
Mainan bangZ rp. 173.000
Blocks nengZ rp. 38.000
Beli minuman rp. 7.000
ATS kakZ rp. 30.000
Parkir rp.2000

Tak diduga dan disangka ternyata jalan-jalan kami kemarin pas jumlahnya sesuai budget awal. Ternyata kalau semuanya direncanakan lebih dulu, kita bisa menghindari pengeluaran yang berlebihan. Kesannya seperti mama yang pelit ya? Tapi inilah langkah awal membuat trioZ melek finansial dan menghargai uang.

#Day4
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 25 November 2017

TrioZ and Math #3

Weekend hari ini ditemani oleh hujan. TrioZ mulai menggelar tikar di garasi, siap beraksi. KakakZ dan NengZ request belajar tuang- menuang air. Sementara itu, BangZ mengajak mama main dengan koleksi toobs hewannya.

Awalnya mama menceritakan bahwa ada jenis hewan tertentu yang makan daging (karnivor) dan ada juga jenis hewan pemakan tumbuhan (herbivor). Setelah itu kami membuat klasifikasi hewan karnivor-herbivor dengan menggunakan toobs hewan koleksi bangZ.


Setelah itu kami mengambil toobs jenis hewan yang sama namun berbeda ukuran. Nah sekarang kami buat klasifikasi besar-kecil. Buat bangZ, ketika melihat pasangan hewan besar-kecil maka ia analogikan sebagai ibu-anak. Ia selalu menunjuk sambil bilang "nyi mama, nyi buh" (yang ini mama, yang ini zun) ;)


Setelah klasifikasi besar-kecil kami mengambil toobs dinosaurus. Saat ini bangZ sedang dalam masa sensitif dengan dinosaurus. Ketika mama kenalkan nama-nama dinosaurus kami sempat berdebat tentang si Triceratops, bangZ bersikukuh kalau itu adalah badak :) akhirnya kami melakukan klasifikasi nenek moyang. Triceratops - badak, tyranosaurus-singa, dan diplosaurus-jerapah. Bener atau tidak mama tidak tahu karena tidak melakukan riset saat main dengan bangZ. Kami membuat klasifikasi nenek moyang ini berdasar kemiripan ciri yang melekat pada hewan tersebut.

Alhamdulillah, kegiatan hari ini merupakan stimulasi kecerdasan matematika logis untuk abangZ yang berusia 32 bulan. Semoga dengan banyak kegiatan stimulasi seperti ini akan membuat bangZ cinta dengan matematika karena matematika itu ada di sekitar kita. 

#Day3
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Jumat, 24 November 2017

TrioZ and Math #2

Hari ini nengZ belajar kartu buah pake printable dari IMC. Supaya semangat mama sertakan kartu angka untuk menandakan berapa banyak kartu buah yang berhasil ia selesaikan. Ternyata hari ini dapat 4 buah saja :) katanya "ade sudah cape". Ayo deh kita beresin kartu-kartunya. Sambil beresin kartu angka, mama mainkan sebagai flash card ke abangZ sambil menyebutkan lambang bilangan 1-4.

Setelah selesai tugas domestik kami pergi ke rumah nenek. Di rumah nenek ada kalender dinding yang harus dirobek setiap hari agar tanggalnya sesuai. Tiba-tiba abangZ nyeletuk "ma... mpat ma..." sambil nunjuk kalender. Ternyata hari ini tanggal 24. AHA! Momen banget sih ini. Baru jg tadi dikenalin sama angka 4 ternyata sudah direkam di otaknya. Benarlah bahwa anak-anak ini butuh stimulasi untuk menguatkan sinaps otak yang berujung pada ingatan yg melekat.

Ada rasa hangat dalam dada saat engange dengan anak dan melihat perkembangannya setiap saat. Semoga para ibu selalu diberikan kemampuan dalam membersamai tumbuh kembang anak-anaknya.

Salam 4 jari ;)

#Day2
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Rabu, 22 November 2017

TrioZ and Math #1

Tadi malam kami sekeluarga pergi ke taman riang ria (macam di kisah upin ipin). Kebetulan sedang ada taman riang ria di dekat sekolah kakZ hingga 20 hari kedepan. Total ada 5 wahana dengan tiket masuk rp. 10.000/wahana. Ada komedi putar, kapal columbus seperti kora-kora, bianglala, tong edan, dan istana balon.

Sebelumnya mama sudah diskusi dengan trioZ kalau mereka hanya boleh memilih 2 dari 5 wahana. Jadi per anak dapat jatah uang rp. 20.000. Dari sini kakZ dan nengZ sudah mulai menimbang ingin main wahana yang mana. DuoZ ini tertarik dengan tong edan tapi sayang pertunjukan baru ada bada isya. Otomatis wahana tong edan kami eliminasi karena kami tidak berencana selama itu di taman riang ria :)

Akhirnya mereka memutuskan untuk naik kapal columbus. Sementara mama menemani bangZ naik komedi putar. Wahana yang kami naiki bersama adalah bianglala. Nah... dimulailah drama trioZ di dalam wahana ini :D
KakZ panik karena takut kalau bianglalanya berhenti di ketinggian ketika putaran ke-3 kakZ bertanya pada petugas wahana "ada berapa kali putaran" dan dijawablah "10". Sejak putaran ke-4 hingga 10 kakZ menutup mata dan pegangan erat. Terlihat keringat dingin di wajahnya.

BangZ terlihat tegang dan mencengkram jempol mama dengan sangat erat. Tidak banyak kata-kata yang keluar darinya sangking tegang dan mencekamnya suasana.

NengZ terlihat santai. Tidak terlihat takut maupun panik namun ia berempati dengan kakZ jadi nengZ tidak banyak ngobrol apalagi sampai mem-bully kepanikan kakZ.

Banyak #MathAroundUs yang bisa kami gali dari petualangan di taman riang ria semalam. TrioZ sadar bahwa matematika menjadi bagian dari kehidupan dengan secuil pengalaman di taman riang ria. Perlahan tapi pasti mereka akan lebih banyak mendapatkan pengalaman lain bersama matematika dan kami mendapat pelajaran bahwa TrioZ and Math are united in life :)

#Day1
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Selasa, 21 November 2017

TrioZ and Math #0

Materi dan tantangan level #6 ini luar biasa. Bagaimana membuat anak suka matematika? Pasti semua ortu pengen anaknya suka dan pintar matematika.  Mantra IIP "membuat bisa itu mudah, membuatnya senang itu baru tantangan". Jadi mari kita belajar membuat anak senang dengan matematika di tantangan 10 hari kedepan :)

Kalau mama lakukan analisa di keluarga, yang punya good number sense itu Bapak. Mama memang kuat di otak kanan tapi number sense-nya kurang cepet. KakakZ lebih mengarah ke linguistik. NengZ cukup bagus di math logic sedangkan BangZ mengarah ke tending animal.

This will be challenging. Let's see my effort to stimulate trioZ's math logic. We're going to search math around us and finally trioZ will love math :D

Day#1

Today we played with dough. We made the dough about 1 month ago, we keep it in refrigerator so it's still safe to play. Firstly, we warmed the dough by kneading it. This activity can stimulate duoZ fine motoric skill. 

We made ice cream with ice scope spoon. There are the big one and the little one. BangZ is already understand big-little concept. He can easily pick the big or little one.

Then we made a round cake. DuoZ agree that we should slice that cake into 4 slices. They sliced it by their own. Taraa...this is duoZ cake...

How you can't fall in love on math if it's like this :)

#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunsayIip

#ILoveMath

#MathAroundUs



Senin, 20 November 2017

Tantangan Level #6 Kelas Bunsay #2

*Tantangan 10 hari*
*Level 6*

Matematika bukan hanya tentang angka dan hitungan namun juga ada hubungannya pada kelogisan berpikir dan pemecahan masalah.

Matematika tersebar di sekitar kita, seperti saat hebohnya bersama anak anak mencari segala sesuatu yang berbentuk bulat di dalam rumah, semua berlarian, melihat sekeliling dan berebutan menyebutkan benda yang ditemukannya.

Atau saat seru ngobrol dengan si kakak sambil menghitung jumlah rumah di 1 blok komplek sehingga menemukan jumlah rumah seluruh cluster yang terdiri dari 6 blok.

Atau saat indahnya si kecil memotong kue supaya cukup dibagi bersama kakak kakaknya.

Atau saat cerianya bersama anak anak menghitung jumlah langkah kaki ke masjid terdekat.
 
Saat saat menunggu kakak selesai mengerjakan desain interior kamarnya sendiri,
dan seterusnya ...dan seterusnya.

��Tantangan 10 hari level 6��
*Temukan Matematika di sekitarmu*

 ❤ Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, temukan matematika dalam aktivitas sehari-hari bersama ananda. Jadikan momen aha!

�� Bagi yang belum mempunyai anak dan belum menikah, temukan  matematika dalam aktivitas keseharian mu.

��_Mengikat Makna, Mengikat Ilmu_

*Tuliskan* momen-momen seru yang terjadi setiap harinya, di blog (lebih disarankan) atau platform lainnya. Anda boleh menambahkan gambar atau video agar tulisan menjadi lebih menarik dan portofolio anda/keluarga semakin lengkap.

Bagi anda yang menggunakan blog, berikan label:
IIP
KuliahBunsay
ILoveMath
MathAroundUs

Kirimkan tugas tantangan ke link...

Gunakan hashtag:
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Materi #6 Kelas Bunsay #2

_Institut Ibu Profesional_
_Kelas Bunda Sayang sesi #6_

*MENSTIMULUS  MATEMATIKA LOGIS  PADA ANAK*

Semua anak lahir cerdas, masing-masing diberikan potensi dan keunikan yang menjadi jalan mereka untuk cerdas di bidangnya masing-masing.  Dua macam kecerdasan dasar yang memicu munculnya kecerdasan yang lain adalah kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematis logis. Dimana di  dua kecerdasan ini banyak orangtua yang salah menstimulus, tidak paham tujuannya untuk apa, ingin anak-anaknya segera cepat menguasai dua hal tersebut, sehingga banyak diantara anak-anak BISA menguasai dua kecerdasan tersebut tetapi mereka TIDAK SUKA.  Sebagaimana kita ketahui di materi sebelumnya bahwa

" *Membuat anak BISA itu mudah, membuatnya SUKA baru tantangan* "

*MATEMATIKA LOGIS*

Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai _kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan_.

Dapat diartikan juga sebagai *_kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya_*

Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematika logis  dan kecerdasan bahasa. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan bahasa diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.

*CIRI-CIRI ANAK DENGAN KECERDASAN MATEMATIKA LOGIS*

a.  Anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut

b. Mengamati benda-benda yang unik baginya

c.  Hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba

d. Sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan.

e. Suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung

Yang sering salah kaprah di dunia pendidikan dan keluarga saat ini adalah buru-buru menstimulus matematika logis anak dengan cara memberikan pelajaran berhitung sejak dini. Padahal berhitung adalah bagian kecil dari sekian banyak stimulus yang harus kita berikan ke anak untuk merangsang kecerdasan matematika logisnya.Dan harus diawali dengan berbagai macam tahapan  pijakan sebelumnya.

Yang perlu kita pelajari di Ibu Profesional adalah Bagaimana kita merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini? Bagaimana kita menanamkan konsep matematis logis sejak dini? bukan buru-buru mengajarkan kemampuan berhitung ke anak.

*STIMULASI MATEMATIKA LOGIS DI SEKITAR KITA*

*Bermain Pasir*
Dengan bermain pasir anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuang atau menakar yang kelak semua itu ada dalam matematika.

*Bermain di Dapur*

a.Saat berada di dapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan konsep logika matematika, misalnya dengan cara anak diminta mengelompokkan sayuran berdasarkan warna.

b. Mengasah kemampuan berhitung dalam pengoperasian bilangan sederhana, misalnya ketika tiga buah apel dimakan satu buah maka sisanya berapa.

c. Membuat bentuk-bentuk geometri melalui potongan sayuran.

d. Membuat kue bersama, selain dapat menambah keakraban dan kehangatan keluarga, anak-anak juga dapat belajar matematika melalui kegiatan menimbang, menakar, menghitung waktu.

*Belajar di Meja Makan*
Saat dimeja makan pun kita bisa mengajarkan pembagian dengan bertanya pada anak, misalnya supaya kita sekeluarga kebagian semua, roti  ini kita potong jadi berapa ya? Lalu bila roti sudah dipotong-potong, angkat satu bagian dan tanyakan seberapa bagiankah itu? Hal ini terkait dengan konsep pecahan.

*Belajar Memahami  Kuantitas*

a. ketika melihat akuarium, tanyakan berapa jumlah ikan hias di akuarium tersebut?

b.Ketika duduk di depan ruma atau sedang jalan-jalan, tanyakan berapa jumlah sepeda motor yang lewat dalam jangka waktu 1 menit?

*Belajar mengenalkan konsep perbandingan, kecepatan, konsep panjang dan berat*

a. Menanyakan pada anak roti mana yang ukurannya lebih besar, roti bolu atau  donat?

b. Mengenalkan dan menanyakan pada anak, mana yang lebih cepat,  mobil atau motor?

c. Mengenalkan dan menanyakan ke anak mana yang lebih tinggi  pohon kelapa atau  pohon jambu?

d. Menanyakan ke anak mana yang lebih berat, tas kakak atau tas adik?

*Kegiatan di Luar Rumah*

a.Mengajak anak berbelanja
ketika kita mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga semakin melatih keterampilan pengoperasian seperti penjumlahan dan pengurangan.

b. Bisa juga dengan permainan toko-tokoan atau pasar-pasaran dengan teman-temannya.

c. Kita juga dapat memberikan anak mainan-mainan yang edukatif seperti balok-balok, tiruan bentuk-bentuk geometri dengan dihubungkan dengan benda-benda disekitar mereka  Ada bentuk-bentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi panjang dan lain-lain. Pengenalan bentuk geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. Saat melihat roda mobil misalnya anak akan tahu kalau bentuknya lingkaran, meja bentuknya segiempat, atap rumah segitiga dan sebagainya.

d. Permainan Tradisional
Permainan-permainan tradisional pun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti permainan congklak atau dakon sebagai sarana belajar berhitung, permainan patil lele, permainan lompat tali, permainan engklek dll.

e.Belajar Memecahkan Masalah ( problem solving) melalui mainan
Menyusun lego atau bermain puzzle adalah cara agar anak berlatih menghadapi masalah, tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan yang membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah. Misalnya ketika sedang menalikan sepatu, anak akan berusaha menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikan hingga tuntas.

Dengan memberikan stimulus-stimulus tersebut diharapkan anak akan menyukai pelajaran matematika karena matematika ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan belajar matematika. Dengan model stimulus ini anak-anak akan paham makna kabataku (kali, bagi, tambah, kurang) sebagai sebuah proses alamiah sehari-hari, bukan deretan angka yang bikin pusing. Mereka jadi paham bahwa :

Menambah ➡ proses menggabungkan

Mengurangi ➡ proses memisahkan

Mengalikan ➡ proses menambah/menjumlahkan secara berulang.

Membagi ➡ proses mengurangi secara berulang.

Tentu hal ini harus didukung dengan pola pengajaran matematika di  rumah dan di sekolah yang menyenangkan, kreatif, kontekstual, realistik, menekankan pada proses dan pemahaman anak dan problem solving (pemecahan masalah).

Kreatif dalam mengenalkan dan mengajarkan konsep matematika serta dengan berbagai macam permainan dan alat peraga yang menarik.

Dengan demikian matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu.

_Salam Ibu Profesional_

/ _Tim Fasilitator Bunda Sayang_/

��Sumber bacaan:

_Hernowo, Menjadi Guru yang Mampu dan Mau Mengajar dengan Menyenangkan, MLC, 2005_

_Howard Gardner, Multiple Intelligence,  Gramedia, 2000_

_Septi Peni Wulandani, Jarimatika, Mudah dan Menyenangkan, Kawan Pustaka, Agromedia, 2009_

Sabtu, 18 November 2017

Cemilan Literasi #4

_Camilan Rabu ke-4_
15 Nopember 2017
Materi #5

�� *Mengajari anak memahami bacaan*

Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting. Kita tahu dari ayat yang Allah turunkan pertama kalipun adalah perintah untuk *Membaca*.

Membaca diri,  membaca alam yang telah Allah ciptakan,  juga membaca teks Alquran kitab yang diturunkan.

Tujuan utama dari membaca ini adalah tentu saja untuk memahami. Pemahaman akan tujuan penciptaan diri, penciptaan alam yang sudah Allah siapkan untuk kita dan pemahaman terhadap teks Alquran sebagai wahyu.

_Lalu bagaimana cara kita menstimulus pemahaman membaca anak?_

�� *Untuk anak yang masih dibacakan*:

�� beri intonasi dan gesture yang tepat sesuai bacaan

⭐ajak anak mendeskripsikan kata yang dibaca untuk mencari tahu apakah kata-kata yang kita bacakan dimengerti atau tidak. jika tidak, beri penjelasan dengan menunjukkan gambar atau  media lain.

❄Anak yang sering mendengar cerita/bacaan dan diajak eksplorasi alam sekitar dimungkinkan lebih cepat menangkap makna bacaan karena sudah memiliki pesan dan kesan terhadap kata yang dibacakan.

��beri pertanyaan yang sesuai dengan konteks bacaan dan ceritakan hikmah apa yang bisa kita ambil dari bacaan tersebut.

�� *Untuk anak yang sudah bisa membaca*:

�� ajari anak untuk menemukan pesan penting dalam teks bacaan

�� lakukan tanya jawab dan diskusi mengenai teks bacaan

�� kaitkan bacaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari

��ajak anak mencari ibroh/pelajaran dari bacaannya

�� ajak anak menuliskan kembali point penting dari bacaannya

*Salam Ibu Professional*,
_Tim Fasilitator Bunda Sayang Batch 2_

Sumber:
_Pemahaman atas QS Al'Alaq_
_Ibroh dari pengalaman di rumah terhadap anak_

Minggu, 12 November 2017

Cemilan Literasi #3

_Camilan rabu ke-3_
8 Nopember 2017
Materi#5 
*Manfaat membaca.....*��

Kalau kita di tanya apa Tujuan membaca? Maka kebanyakan kita akan menjawab tujuan membaca adalah untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Atau ada juga yang menjawab untuk melaksanakan perintah pertama dari Allah yaitu Iqra’ yang bertujuan untuk mengenal Allah.

Di samping itu ternyata ada beberapa manfaat dari membaca:
��1 . Stimulasi mental
Membaca merupakan kegiatan stimulasi mental yang dapat meremajakan otak. Dengan membaca otak akan aktif dan tidak mudah kehilangan ingatan. Otak membutuhkan latihan agar tetap kuat dan sehat.

��2. Mengurangi stress
Membaca dapat membawa kita ke situasi yang di gambarkan oleh penulisnya, dengan membaca artikel yang menarik dan membahagiakan akan mengalihkan perhatian kita dari hal2 yang membuat kita stress. Untuk itu jika anda ingin rileks cobalah membaca artikel yang menggembirakan dan menginspirasi, karena itu akan memperlambat denyut jantung dan mengurangi ketegangan otot.

��3. Memperbaiki memori
Pada saat membaca otak kita akan berlatih untuk mengingat hal2 penting dalam suatu novel atau artikel yang kita baca. Hal itu akan menempa memori otak  untuk memperkuat yang sudah ada dan membantu ingatan-ingatan jangka pendek.

��4. Keterampilan berpikir analitis
Saat  membaca kita dituntut untuk bisa memhami rangkaian peristiwa,runutan dan rincian peristiwa yang dapat membuat otak kita menjadi mampu untuk memproyeksikan kesimpulan dari informasi yang disampaikan penulis. Sehingga hal ini membuat kita harus menerapkan pemikiran yang kritis dan analitis.

��5. Meningkatkan konsentrasi
Pada saat kita membaca perhatian akan terfokus pada cerita,sehingga pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Oleh sebab itu orang yang hobbi membaca akan memiliki otak yang lebih konsentrasi dan fokus.

��6. Meningkatkan kemampuan menulis
Dengan mengamati gaya penulisan, irama dan aliran dari tulisan orang lain yang kita baca akan mempengaruhi tulisan kita sendiri. Semakin banyak kita membaca,semakin kaya  ide dan pengetahuan kita tentang menulis.

��7. Mendukung kemampuan berbicara di depan umum
Membaca akan memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata sehingga mampu meningkatkan  pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal. Meningkatnya pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal akan sangat mendukung dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.

*Tim fasilitator bunda sayang#2*

�� Sumber bacaan:
https://www.facebook.com/A.Hayatunnufus/posts/ https://health.detik.com/read/2017/07/28/.../6-manfaat-membaca-bagi-kesehatan
lifestyle.kompas.com/read/.../10-manfaat-mengapa-anda-harus-membaca-setiap-hari
buku Bunda Sayang, Ibu Profesional

Cemilan literasi #2

_Cemilan Rabu ke-2_*Materi#5*
1 November 2017
*LITERASI MEMBACA SEBAGAI PROSES SOSIAL*

Pendekatan literasi modern memandang aktivitas membaca sebagai proses sosial. Ini selaras dengan hakikat teks sebagai perwujudan kegiatan sosial dan memiliki tujuan sosial.

Dalam perspektif membaca sebagai proses sosial,  membaca tidak disampaikan sebagai aktivitas yang bersifat netral. Setiap ujaran yang disampaikan oleh penulis,  ilustrator atau pelaku sosial yang lain,  disadari atau tidak,  merupakan wacana yang tidak hanya berasal dari ide-ide yang ada di benak pelaku-pelaku sosial itu, tetapi berasal dari praktik sosial yang berakar kuat dan berorientasi pada struktur sosial material yang riil. Untuk itu,  sikap kritid selalu diperlukan untuk mempertanyakan apa yang ada di balik kata-kata dan dari siapa kata-kata itu berasal. Bahasa sebagai praktik sosial menuntut pembaca untuk bersikap kritis,  tidak begitu saja menerima pendapat,  konsep, kumpulan ide-ide yang dianggap mapan.

Aktivitas membaca dalam perspektif proses sosial bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kritis pembaca terhadap praktik-praktik sosial dalam teks. Kesadaran kritis diartikan sebagai kemampuan untuk mengenali kondisi-kondisi yang menyebabkan adanya pihak-pihak yang memiliki hak istimewa dan mendominasi pihak-pihak lain. Memiliki kesadaran kritis berarti sadar terhadap sejarah, sosial,  budaya atau ideologi yang berterima dan tidak berterima pada suatu masyarakat tertentu. Keyakinan-keyakinan tentang yang benar,  tidak benar,  berterima tidak berterima,  atau netral tidaklah selalu sama antar individu dan di setiap konteks masyarakat.

Contoh, siswa sekolah menengah sekarang pada umumnya belum memiliki kesadaran kritis terhadap praktik-praktik sosial yang terjadi di lingkungannya karena pada umumnya mereka masih asyik dengan dirinya dan dunianya sendiri.
Mereka perlu ditumbuhkan kesadaran kritisnya terhadap apa yang terjadi di rumahnya,  apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,  apa yang disukai dan tidak disukai oleh orang tuanya,  nilai-nilai apa yang harus diterapkan di lingkungannya. Hal ini agar para generasi muda tidak terasing dari masyarakatnya dan memiliki kepedulian/kepekaan terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat/bangsanya, sekaligus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang #2/

��Sumber Bacaan
Nurhadi dan Endah Tri Priyatni. 2017. _Membaca dan Literasi Kritis_. Tangerang: TSmart

Cemilan literasi #1

�� Cemilan Rabu ke-1 ��

Materi 5  *Menstimulasi Anak Suka Membaca*
_Rabu 25 Oktober 2017_

Bagi sebagian orang tua khususnya ibu yang waktunya sebagian besar dihabiskan dengan anak-anak tentu merasakan kebahagiaan luar biasa jika dapat mengajarkan anak-anaknya membaca dan menulis. Keterampilan yang satu ini agaknya menjadi kemampuan yang penting untuk bisa _bertahan_ menghadapi tantangan zaman. Bahkan perintah pertama dari tuhan kepada manusia pun adalah _iqra_ *bacalah*, maka sejatinya mengajarkan dan menstimulus kemampuan membaca bagi anak menjadikannya ladang pahala yang tak ternilai harganya.
Beberapa faktor yang perlu di perhatikan oleh para orang tua sebelum menentukan untuk menstimulus kemampuan membaca seorang anak adalah :

�� *1. Menentukan tujuan mengenalkan Keterampilan membaca*

Tujuan mengenalkan anak membaca akan mampu memberikan motivasi tersendiri pada orang tua terkait metode dan menjalani setiap orang tua sabar menjalani prosesnya.

�� *2. Mengenal fitrah anak*

�� Kerja otak anak laki-laki dan perempuan

Dalam hal memproduksi dan mengolah kata-kata tentulah memiliki perbedaan, pada otak anak laki-laki pusat kosakata *hanya* terletak pada otak kiri, namun pada anak perempuan lokasi tersebut berada di anatara kedua belahan otak kiri dan kanan. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan dalam menghasilkan produksi kosakata yang berbeda. Laki-laki dalam sehari menghasilkan sekitar 7000 jumlah komunikasi, sementara perempuan mampu menghasilkan sekitar 20.000. Dari hal tersebut alangkah bijaknya kita sebagai orang tua mampu menghadapi kekuatan masing-masing anak. Baik laki-laki atau perempuan.

�� Gaya belajar anak yang berbeda

Gaya belajar masing-masing anak yang berbeda tentu diperlukan treatment yang berbeda pula. Type gaya belajar anak pun akan mempengaruhi proses menstimulus kegemarannya terhadap membaca. Gaya belajar anak visual tentu akan menyukai gambar-gambar, ilustrasi, warna, video dan hal-hal yang menarik penglihatan mereka. Anak dengan gaya belajar auditory akan mengandalkan pendengarannya sehingga metode ceramah, mendengarkan musik dan nada akan sangat menyenangkan untuk mereka. Berbeda dengan gaya belajar sebelumnya anak dengan gaya belajar kinestetik kemampuan 'bergeraknya' cenderung akan memotivasi dan memaksa orang tua sebagai fasilitator nya untuk mampu menciptakan kegiatan yang melibatkan diri anak terkait kegiatan fisik dalam menstimulus kegemaran membacanya, misalnya dengan menggunakan metode _*treasure hunt_* atau permainan tradisional yang mengharuskan anak menebak nama-nama binatang dari awalan huruf dan lain sebagainya.

�� Rentang konsentrasi anak

Faktor lain yang mampu menunjang ke berhasilan dalam menstimulus kemampuan membaca anak adalah rentang konsentrasinya yang bisa di ukur dengan mengalikan 1 menit dengan usia nya. Misal 1 menit  dikali 5 artinya lima menit rentang konsentrasi anak. Sehingga setiap 5 menit anak berinteraksi dengan kita bisa diselingi dengan kegiatan _penyegaran_ di sela kegiatan utama.

�� *3. Memperkaya pengetahuan tentang metode dan tehnik membaca untuk anak*

*metode suku kata
Memperkenalkan anak pada suku kata dengan bunyi vokalnya misal ba, ca, da, ka, sa, ra. Kemudian dikaitkan dengan benda yang terbentuk dari suku katanya misal *ka* dengan *kaca*, kemudian *ra* sa.

* metode phonic
Anak dikenalkan dengan _bunyi_ yang dihasilkan dari masing-masing hurufnya misal untuk *a* aaa, untuk *b* beeh dan seterusnya. . .

* metode imersi
Métode ini memperkenalkan anak langsung dengan objek benda nya kemudian dibantu dengan menempelkan tulisan nama pada benda tersebut.

Setiap teknik dan metode memiliki keunggulan masing-masing. Tinggal orang tua yang dapat memilih dan menerapkan metode mana yang paling baik untuk di terapkan pada anandanya masing-masing.
�� *4. Lakukan!*
- Susun jadwal yang teratur, dengan terlebih dahulu mengenali ritme aktivitas anak,
-siapkan alat peraga semenarik mungkin,
- lakukan bersama dengan orang tua / teman anak-anak,
- berikan motivasi, pujian dan kejutan menyenangkan,
-konsisten, hal yang dilakukan dengan teratur akan menjadi kunci kesuksesan orang tua dalam menstimulus kemampuan anak dalam segala hal tidak hanya membaca.

�� *5. Terus pupuk minat baca dan kembangkan kemampuan baca anak, di manapun dan kapanpun.*

�� *6. Meningkatkan kemampuan*
Setelah anak mampu dan mahir membaca, tingkatkan kemampuannya dengan membaca cepat,  membaca dengan suara keras, membaca cerita, dongeng, menulis dan lain sebagainya.

�� *7. Terus belajar dan bagikan*
Setelah bunda berhasil dengan metode dan téknik yang bunda pilih untuk menstimulus kegemaran ananda terhadap membaca, terus belajar dan bagikan kepada yang lain. Hal ini bisa menjadi sumber belajar bunda untuk berbagi hikmah dan mengajarkan anak terhadap kemulian yang diberikan tuhan bagi orang -orang berlimu dan membagikannya.

*_Terus dorong kemampuan terbaik anak dengan cara yang baik, karena setiap anak adalah istimewa_*

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang #2/

��Sumber bacaan:
Kontributor Antalogi Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Gazza Press, 2014.

Review Materi #5 Literasi

_Institut Ibu Profesional_
_Review Materi Bunda Sayang sesi #5_

�� *MEMBANGUN KELUARGA LITERASI* ��

Selamat untuk anda para bunda di kelas bunda sayang yang sudah berhasil menyelesaikan tantangan game level  5.

Banyak kreasi literasi yang muncul, mulai dari pohon literasi, pesawat literasi, galaksi literasi dll. Semua yang sudah bunda kerjakan di tantangan kali ini sesungguhnya bukan hanya melatih anak-anak dan seluruh anggota keluarga untuk SUKA MEMBACA,  melainkan melatih diri kita sendiri agar mau berubah.

Seperti tagline yang kita gunakan di tantangan level 5 kali ini, yang menyatakan

"  *_for things to CHANGE, I must CHANGE FIRST_*"  

Sebagaimana yang kita ketahui, tantangan abad 21, tidak cukup hanya membuat anak sekedar bisa membaca, menulis dan berhitung, melainkan kita dan anak-anak dituntut untuk memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitung, berbicara dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat di sekitar kita. Kemampuan inilah yang saat ini sering  disebut literasi ( _National Instiute for Literacy, 1998_ )

Institut Ibu Profesional akan mendorong munculnya gerakan literasi yang nyata yaitu mulai dari dalam keluarga kita. Apabila seluruh keluarga Ibu Profesional sudah menjalankan gerakan literasi ini maka akan muncul _rumah  literasi_, muncul _kampung literasi_, dan insya Allah negara kita dipenuhi masyarakat yang literat. Tidak gampang mempercayai dan menyebarkan berita yang baik tapi belum tentu benar, makin memperkuat struktur berpikir kita, sehingga selalu mengutamakan "berpikir terlebih dahulu, sebelum berbicara, menulis dan menyebar berita ke banyak pihak"

*KOMPONEN LITERASI*

☘ *Literasi Dini ( Early literacy)*
_Kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan lisan yang dibentuk oleh pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan sosialnya di rumah_. Pengalaman anak-anak dalam berkomunikasi dengan bahasa ibu menjadi fondasi perkembangan literasi dasar.

☘ *Literasi Dasar ( Basic Literacy)*
_Kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengkomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi_

☘ *Literasi Perpustakaan (Library Literacy)*
_Kemampuan memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan pengindeksan, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah_

☘ *Literasi Media (Media Literacy)*
_Kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya_.

☘ *Literasi Teknologi (Technology Literacy)*
_Kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi_

_Kemampuan dalam memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet_

☘ *Literasi Visual (Visual Literacy)*
_Pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, dengan memanfaatkan materi visual dan audio-visual secara kritis dan bermartabat_

*_Keluarga hebat adalah keluarga yang terlibat_*

Maka libatkanlah diri kita dalam gerakan literasi di dalam keluarga terlebih dahulu.

Pahami komponen-komponen literasi, dan lakukan perubahan yang paling mungkin kita kerjakan secepatnya.

Pohon literasi janganlah berhenti hanya sampai di tantangan materi kali ini saja. mari kita lanjutkan sehingga gerakan ini akan membawa dampak bagi keluarga dan masyarakat sekitar kita.

_Salam Ibu Profesional_

*/Tim Fasilitator Bunda Sayang/*

��Sumber bacaan :

http://dikdas.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2016/03/Desain-Induk-Gerakan-Literasi-Sekolah1.pdf

_Clay dan Ferguson_ (www.bibliotech.us/pdfs/InfoLit.pdf) , 2001

_Beers, dkk, A Principal’s Guide to Literacy Instruction, 2009_

_National Institute for Literacy, 1998_

Sabtu, 04 November 2017

Literasi di Keluargaku #10

Salam literasi!

Sebagai penutup tantangan 10 hari materi #5 kelas Bunda Sayang #2 saya sajikan quote dari buku "Jatuh Hati pada Montessori" karya mba Vidya Dwina Paramita.

"One test of the correctness of educational procedure is THE HAPPINESS of the child"
-Maria Montessori-

Membaca quote ini mengingatkan saya materi matrikulasi dan seminar HSF bersama mba Dinari.
Indikator pelaksanaan homeschooling yang on track adalah perasaan bahagia pada anak dan ortu. Tidak ada sebagian pihak yang merasa terbebani.

Alhamdulillah atas ijin Allah, TrioZ menyukai buku dan kegiatan membaca. Mereka selalu terlihat bahagia bersama buku-buku dan selalu berbinar-binar ketika mendapat buku baru. Semoga proses literasi di keluarga kami dapat berlangsung hingga ke anak cucu TrioZ seperti ibu saya dulu membiasakan saya berada bersama buku-buku.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Jumat, 03 November 2017

Literasi di Keluargaku #9

Wah baru ingat hari ini belum setor tugas day#9

Pagi tadi duoZ sibuk aktivitas fisik, setelah itu kami ke rumah nenek. Di rumah nenek tadi bang Z sempat baca sound booknya dan malam ini minta dibacakan buku badak.

Kakak Z dan neng Z sudah tidur duluan karena kelelahan. Alhasil tidak ada dongeng malam ini. Mama pun bisa lanjut baca buku "Jatuh Hati pada Montessori".

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Rabu, 01 November 2017

Literasi di Keluargaku #8

Today we purchased these books :D

Untuk mama dan duoZ yang menghabiskan sebagian besar waktu di rumah, buku adalah salah satu hiburan untuk kami.

Mama memilih buku "Jatuh Hati pada Montessori" karya mba Vidya Dwina. Setelah menerima estafet ilmu trainingnya mba Vidya mama jadi penasaran pengen baca bukunya.

NengZ request sticker book risugumi seri rumah dan belanja. Ini sticker book risugumi pertama yang kami miliki. Selama ini beli sticker book versi erlangga atau hasil jastip bbw.

BangZ menambah koleksi seri mengenal hewan. Kali ini mama belikan seri hewan zebra dan badak. Buku seri mengenal hewan ini harganya 6000 rupiah untuk 1 judul dan tersedia banyaak sekali judul hewan. Sampai sekarang bangZ baru punya sekitar 10 judul.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst